Agama Dan Alam Satu Dalam Tujuan…

Ditulis Oleh :  Drs. H. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga

Maka kelompok tercerahkan itu merekonstruksi pemahaman taklid buta kepada pikiran rasional dan objektip.Dengan itulah berdampak terjadinya permusuhan antara agamawan yg fanatik buta dengan ilmuan yang saintis dan rasionalis.Maka tidak ada pilihan ketika para raja yang bersinergis dengan agamawan ortodok memerangi ilmuan.Sehingga yang memilih jalan mengembangkan ilmu karena menganggap lebih memiliki mutu kebenaran maka mereka memutuskan meninggalkan agama karena cinta ilmu. Islam tidak bisa disamakan dengan agama lain karena agama diluar Islam pernah terdistorsi oleh historitas menyebabkan ajarannya mengalami percampuran dengan pikiran. Islam sangat menghargai ilmu dan mendorong ummatnya untuk berfilsafat, meneliti, mengamati, dan mengambil pelajaran serta menarik kesimpulan dari fenomena alam.

Qur’an banyak bicara untuk menggunakan akal. Lihat umpamanya al-Ghasyiyah 17-20, al-Mukminun 22-14, Ali Imran 190-191, Luqman 10 dan ribuan ayat lainnya yang cerita tentan alam dalam urusan ketuhanan dan dorongan untuk menyelidiki fenomena alam.

maxresdefault

Al-Ghasyiyyah : 17

capture-20160928-121048

Al-Mu'minun 20

capture-20160928-121847

Ali Imran 190

capture-20160928-121944

Dengan al-Quran ditemukan prinsip bahwa alam adalah buatan dan karya Allah dan Wahyu adalah kalimat kalimat perkataan dan petuah Allah. Sehingga tidak akan ditemukan pertentangan antara perkataan dan perbuatan yakni antara Wahyu dengan Ilmu. Karena tidak mungkin  bertentangan bila digunakan logika sehat. Sedangkan pada manusia cerdas saja (saintis) tidak  mungkin terjadi pertentangan antara tesisnya dengan fakta yg dikerjakannya tentang sesuatu.

Hasil yang ia lakukan, dieksprimen, amati dan simpulkan dalam buah tangannya dituliskan menjadi teori sebagai buah pikiran. Maka tanpa bermaksud menyepelekan Allah ibaratnya alam ini yang dijadikan objek sain sebenarnya hakekatnya adalah sebagai buah tangan kekuasaan dan kekuatan Allah.Sedang Wahyu adalah buah pikiran yang dituliskan untuk dibaca dan jadi objek kajian menjadi pengetahuan keislaman yang intinya berpetuah tentang seluruh aspek kehidupan di dunia sampai akhirat.

Dengan menangkap prinsip ini menjadikan kita tulus mentauhidkanNya karena seluruh ciptaan Tuhan itu satu dan menyatu utamanya memahami alam sebagai ciptaan yg diatur dengan hukum kehidupan yang Ia takdirkan yg secara nyata diurai dalam Wahyu dengan inspiratip dan konklusip.

Baca artikel sebelumnya…

 

 

Sumber Bacaan : 
Al-Qur’an Agus Mustofa, Zikir Tauhid, Padang Mahsyar Press, Surabaya, 2014
Ahamad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2006

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *