Kutipan Penting
 /  Artikel / Higher Order Thingking Skill dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Higher Order Thingking Skill dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Higher Order Thingking Skill dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Dr. Lelya Hilda, M.Si

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Padangsidimpuan

Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal yang akan menghasilkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia, dimana selayaknya dapat diperoleh saat mengenyam pendidikan formal di Perguruan Tinggi.

Kesuksesan sebuah perguruan tinggi bukan lagi  kuantitas menjadi indikator utama bagi, melainkan kualitas lulusannya.

Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas, sehingga perguruan tinggi wajib dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

 

Perguruan tinggi di Indonesia harus mampu mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0. Kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Dunia kerja di era revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.

Perguruan tinggi haruslah peka terhadap tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, karena dengan kepekaan itulah perguruan tinggi dapat memberikan rekomendasi serta solusi untuk menjawab segala permasalahan.  Industri 4.0 merupakan perjalanan di bidang inovasi dan teknologi. Namun, khusus di Indonesia, yang juga dipacu adalah empowering human talents. Jadi, kunci kuncinya ada tiga, sumber daya manusia, teknologi dan inovasi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Indonesia diperkirakan sebagai negara dengan potensi tinggi. Meski masih di bawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait dengan global competitiveness index pada World Economic Forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke-36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi ke-41 dari 137 negara. “Tetapi jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand, Indonesia masih di bawah. Tahun ini global competitiveness index Thailand di peringkat 32, Malaysia 23, dan Singapura ketiga. Beberapa penyebab Indonesia masih kalah ini karena lemahnya higher education and training, science and technology readiness, dan innovation and business sophistication. Inilah yang perlu diperbaiki supaya daya saing kita tidak rendah,”

Higher Order Thinking Skill (HOTS)

Mahasiswa merupakan peserta didik yang sudah dikategorikan sebagai manusia dewasa. Seorang mahasiswa sudah tentu dituntut untuk menguasai kemampuan, salah satu kemampuan yang penting dikuasai oleh mahasiswa adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi atau dikenal dengan istilah High Order Thinking Skills (HOTS), sebab berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu tahapan berpikir yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari dan setiap mahasiswa diarahkan untuk memiliki pola berpikir tingkat tinggi tersebut sebab kemampuan berpikir tingkat tinggi membuat seseorang dapat berpikir kritis. Gaya belajar tipe investigatif merupakan gaya belajar yang mempunyai ciri-ciri yaitu: berpikir logis, analitis, kritis, rasa ingin tahu tinggi dan rendah hati. Karena gaya belajar tipe ini sesuai dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dimana siswa investigatif menggunakan kemampuan investigatifnya dalam memecahkan masalah serta menyukai metode yang menggunakan kemampuan berpikir kritis, logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

HOTS pada taksonomi Bloom, merupakan urutan tingkatan berpikir (kognitif) dari tingkat rendah ke tinggi. Pada ranah kognitifnya, HOTS berada pada level analisis, sintesis dan evaluasi. HOTS pertama kali dimunculkan pada tahun 1990 dan direvisi tahun 1990 agar lebih relevan digunakan oleh dunia pendidikan abad ke-21. Selanjutnya HOTS versi lama berupa kata benda yaitu: Pengetahuan, Pemahaman, Terapan, Analisis, Sintesis, Evaluasi. Sedangkan HOTS setelah direvisi menjadi kata kerja: Mengingat, Memahami, Menerapkan, Menganalisis, Mengevaluasi, dan Mencipta (Anderson & Krathwol, 2010).

Pada hakikatnya High Order Thinking Skills diartikan sebagai suatu pemikiran yang terjadi pada tingkat tinggi dalam suatu proses kognitif. Menurut taksonomi Bloom yang telah direvisi keterampilan berpikir pada ranah kognitif terbagi menjadi enam tingkatan, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi (Syafa’ah & Handayani, 2015). Schraw & Robinson (2011), mengklasifikasikan keterampilan berpikir yang dimiliki Bloom menjadi dua tingkatan yaitu keterampilan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills) yang terdiri atas pengetahuan dan pemahaman, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi yang terdiri atas aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

HOTS merupakan konsep reformasi pendidikan yang dimulai pada awal abad ke-21. Tujuannya untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Pada era ini, sumber daya manusia tidak hanya menjadi pekerja yang mengikuti perintah saja, tetapi memiliki keterampilan abad ke-21, yakni manusia yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (communication), kemampuan berkolaborasi (collaboration), berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah (critical thinking and problem solving) dan kreatif, serta mampu beriovasi (creativity and innovation) atau dikenal dengan 4C.

Terdapat enam tingkatan kemampuan berpikir tersebut, dimulai dari yang paling rendah, yakni menghafal (remembering), kemudian memahami (understanding), menerapkan (applying), menganalisis (analyzing), menilai (evaluating), dan tingkatan yang paling tinggi adalah mencipta (creating). Kemampuan berpikir menghafal, memahami, dan menerapkan disebut dengan keterampilan berpikir tingkat rendah, sedangkan untuk kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan, termasuk ke dalam kategori kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 yang membutuhkan sumber daya manusia yang inovatif, kreatif, serta mampu menciptakan hal yang baru, yakni mampu menciptakan solusi meski tidak harus orisinal. Contoh nyata adalah bisnis taksi, yang bukan bisnis baru, tetapi taksi online merupakan bisnis baru yang berkembang pesat. Menariknya, pebisnis taksi online, seperti Grab, tidak memiliki satu unit taksi pun serta tidak merekrut satu sopir pun.

Perubahan yang menjadi bawaan Revolusi Industri 4.0 ini tentu menuntut skill atau kemampuan yang selaras dan mumpuni. Skill yang dibutuhkan menghadapi era revolusi industri 4.0

Complex problem solving; Complex probkem solving merupakan sebuah kemampuan menyelesaikan masalah dengan melakukan identifikasi, menyeleksi informasi terkait masalah tersebut, menentukan opsi solusi lalu mengevaluasinya, dan melaksanakan opsi sebagai solusi dalam mengatasi masalah tersebut.

Critical thinking; Kemampuan berpikir kritis dan memberi feedback yang disertai alasan logis.

Creativity; Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang unik dan original. Tidak harus benar-benar baru, namun bisa pula dengan mengembangkan apa yang sudah ada.

People management; Kemampuan untuk mengatur, yang bisa juga disebut leadership.

Coordinating with other; Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, baik di dalam maupun luar tim.

Emotion intelligence; Kemampuan mengatur emosi. Dalam hal ini, termasuk pula kemampuan untuk mengidentifikasi, mengelola serta memanfaatkan emosi.

Judgment and decision making; Kemampuan untuk mengambil keputusan dalam kondisi apapun, termasuk ketika sedang berada di bawah tekanan.
Service orientation; Kemampuan untuk ‘melayani’, baik untuk perusahaan atau pelanggan tanpa mengharapkan penghargaan semata.

Negotiation; Kemampuan untuk melakukan negosiasi dalam aspek pekerjaan, walau sulit dilakukan.

Cognitive flexibility; Kemampuan untuk switch atau pengalihan dalam berpikir sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Peningkatan mutu pendidikan saat ini merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Hal ini dikarenakan keberhasilan pembangunan mutu suatu bangsa terutama ditentukan oleh keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas.  High order thinking Skill mahasiswa akan melahirkan calon penerus bangsa yang berfikir kritis dan kreatif, yang akan melahirkan ide-ide yang akan dapat bersaing secara global.

Kesimpulan

High order thinking dikatakan baik karena telah memiliki kemampuan berpikir dalam menemukan masalah, memecahkan masalah serta dalam proses  pemecahan masalah melibatkan proses berpikir menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Hal ini karena dalam proses pembelajaran mahasiswa dilibatkan secara aktif untuk mencari dan menemukan berbagai konsep pengetahuan sehingga akan meningkatkan daya kreativitas, kemampuan inovasi serta proses berpikir kritis mahasiswa dalam memecahkan suatu persoalan. Bila ini terus diasah maka kita akan dapat bersaing di era revolusi industri 4.0

Related Posts

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan Dengan Motto: "Cerdas dan Berintegritas"

Jalan T. Rizal Nurdin, Km. 4,5 Sihitang. Padangsidimpuan, Kode Pos 22733.

Untuk info lebih lanjut:

Telp. (0634) 22080

Fax. (0634) 24022

humas@iain-padangsidimpuan.ac.id

Kategori

  • Akademik
  • Administrasi Umum
  • Layanan Fakultas
  • Program Studi
  • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
  • Lembaga dan UPT
  • Penelitian
  • Jurnal Dosen

Link Penting

  • UPT Perpustakaan
  • LPPM
  • LPM
  • SATGAS SPI
  • Humas
  • Mah'had Jami'ah
  • SEMA dan DEMA
  • UKM dan UKK
  • Lembaga Bahasa

download free uapkmod,action game apk mod, android apps apk mod