Nasionalisme Dijaga, Kedamaian Diraih: Sofian Noor (*)

Dokumen Para Peserta Lombok Youth Camp For Peace Leader 2018 (Sofian Noor memakai Jas Hitam “Pakaian Adat Batak Tapanuli” kanan

INDONESIA adalah bangsa yang besar, Kebesaran tersebut itu terletak pada keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari dulu sampai dengan sekarang, yaitu Agama, Suku, Adat Istiadat, Budaya, dan lain lain. Sehingga Indonesia ini bukanlah milik individu ataupun sekelompok orang saja yang memiliki Indonesia melainkan Indonesia adalah milik kita bersama masyarakat Indonesia. Dahulu kala nenek moyang kita berjuang bersama-sama untuk mencapai sebuah tujuan mulia yaitu Merdeka, yang telah kita ketahui bersama dalam pelajaran Sejarah pada saat kita di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para Pendahulu dan Nenek Moyang kita yang berasal dari ragam latar belakang daerah dan agama bersatu padu untuk mencapai tujuan bersama tersebut, yaitu Kemerdekaan.

Seiring waktu berjalan tujuan tersebut tercapai. Para pahlawan mempunyai cita-cita luhur untuk mempersatukan negara kita yang terdiri dari berbagai bangsa, suku, bahasa, serta keanekaragaman lainnya. Pancasila sebagai dasar negara dicanangkan dan terdapat salah satu silanya yang menjunjung tinggi persatuan yaitu sila ke 3 yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Bhinneka Tunggal Ika disuarakan yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu. Tanda persatuan pun semakin nyata dirasakan beserta dengan semangat persatuan para pahlawan yang memiliki cita cita luhur untuk memerdekakan dan mempersatukan tanah air ini pun semakin terbentuk realisasinya.

Sudah begitu banyak pondasi awal yang telah dibangun sejak indonesia memerdekakan diri dari penjajah, pondasi untuk mempersatukan segala aspek kebangsaan yang ada di negara ini. Tetapi apakah pondasi tersebut tetap berdiri kokoh sampai zaman globalisasi sekarang ini ? Apakah cita-cita luhur dari pahlawan kita sendiri terwujud sampai saat ini ? Apakah realisasi dari persatuan tercipta pada masa kini ? Jawabannya “Tidak !”. Alasan yang dapat saya sampaikan yaitu cobalah kita sebagai warga indonesia merenungkan diri sejenak dan berkaca akan realita sosial yang terjadi pada bangsa kita saat ini.

Tak dapat dipungkiri semangat jiwa nasionalisme pada sebagian generasi muda mulai sedikit terkikis. Globalisasi diduga menjadi pemicu salah satu memudarnya jiwa nasionalisme pada sebagian generasi muda bangsa. Hal yang justru semakin mengakar dibeberapa pihak atau golongan adalah semangat untuk memperjuangkan kepentingan kelompok, sungguh ironis. kurangnya penanaman jiwa nasionalisme atau semangat nasionalisme pada generasi muda bangsa membuat budaya asing dengan mudahnya mempengaruhi pola pikirnya dan efeknya pada jiwa patriotisme kurang nampak.

Kondisi masyarakat yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi pihak terkait untuk membentengi generasi muda penerus bangsa dari berbagai pengaruh negatif globalisasi. hal ini nampak dimana persatuan dan kesatuan bangsa tidak sekokoh dulu di zaman pasca proklamasi. untuk menanggulangi hal tersebut dibutuhkan tindakan yang terkoordinasi agar semangat nasionalisme atau jiwa nasionalisme pada generasi muda bisa tertancap dengan kokoh sehingga nilai-nilai kebangsaan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi muda bisa dilakukan dengan berbagai cara, metode yang digunakan bisa berupa hal yang menarik minat generasi muda untuk melakukannya sehingga tidak muncul perasaan yang mudah bosan dan menjenuhkan. Sebagai berikut :

  • Refleksi sejarah Salah satu Cara Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Pada Generasi Muda adalah melakukan nafak tilas sejarah baik itu dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat bersejarah yang menjadi simbol perjuangan para pejuang bangsa. selain itu bisa juga dengan mempelajari sejarah melalui buku-buku yang menggambarkan perjuangan bangsa indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan atau bisa juga melalui pemutaran film dokumenter yang memperlihatkan betapa gigihnya pejuang bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan.
  • Melalui upacara bendera Sebagian siswa sejatinya belum memahami makna dari pelaksanaan upacara bendera yang dilakukan setiap hari senin. melalui kegiatan upacara bendera sebaiknya memberikan pemahaman tentang tujuan dilakukannya upacara bendera sehingga jiwa nasionalisme siswa semakin besar.
  • Memperkenalkan berbagai keragaman budaya bangsa Dengan memperkenalkan berbagai keragaman budaya bangsa serta kekayaan sumber daya alam bangsa membuat para generasi muda akan merasa beruntung telah dilahirkan di indonesia sehingga muncul jiwa nasionalisme untuk menjaga keutuhan dan persatuan tanah air indonesia.
  • Melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan Pendidikan kewarganeraan mengajarkan anak tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik, taat terhadap aturan negara dan juga sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat patriotisme. jadi seorang guru bisa menanamkan jiwa nasionalisme pada siswa melalui pembelajaran PKn.
  • Melalui pengenalan tokoh sejarah Tokoh sejarah juga bisa menjadi media untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi muda bangsa misalkan dengan menceritakan bagaimana perjuangan tokoh tersebut dalam melawan penjajah dan mempertahankan keutuhan NKRI dari ancaman asing.
  • Memakai dan mencintai produk hasil produksi dalam negeri salah satu Hal yang juga bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme generasi muda adalah dengan menganjurkan untuk selalu menggunakan produk dalam negeri, sehingga muncul penghargaan tersendiri untuk tanah airnya.

Oleh karena itu marilah terus tetap kita jaga dan kita rawat Nasionalisme kita dengan tetap Berideologi Pancasila, Demokrasi Tanpa Anarkisme, Inklusif, Cerdas, dan Berbudaya. Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sebab istilah berjuang pada zaman sekarang bukanlah dengan angkat senjata di Medan Perang tetapi untuk menjaga itu semua kita harus mampu bersatu dengan semua golongan tanpa harus berpecah belah

(*) Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan (Peserta Lombok Youth Camp For Peace Leader 2018)

Dokumen Peserta Lombok Youth Camp For Peace Leader 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.