Kutipan Penting
 /  Artikel / Urgensi Dakwah Dalam Islam
Urgensi Dakwah Dalam Islam

Urgensi Dakwah Dalam Islam

Dr. Ali Sati, M.Ag

Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Catatan Penulis:

Cara berdakwah tersebut bisa dilalui dengan lisan dan prilaku. Bahkan, dakwah bi al-hâl jauh lebih efektif dibanding dakwah bi al-lisân. Dakwah yang dilakukan antar pribadi (fardiyah), dakwah yang disampaikan kepada khalayak umum (‘ammâh), seperti ceramah, khutbah dan pidato. Selain itu, dakwah melalui media, baik tulis (bi al-kitâbah) maupun media massa elektronik, seperti audio-visual dan sebagainya.

Pendahuluan

Dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 104; Allah Swt. berfirman: “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung” Menurut Abu Ja’far; bahwa seyogianya ada di antara kamu (orang beriman) sekumpulan orang (ummah/ jama’ah) yang menyeru manusia kepada kebaikan (al-khayr/ Islam dan syari’atnya) yang telah disyari’atkan oleh Allah Swt. kepada para hamba-Nya, dan menyuruh manusia mengikuti (Nabi) Muhamma Saw. serta agama yang dia bawa dari sisi Allah Swt. dan mencegah dari kemunkaran. Artinya, mencegah ke-kufur-an (baca: perlawanan) kepada Allah Swt. dan mendustakan agama yang dibawanya dari sisi Allah Swt, dengan segenap usaha, sehingga mereka taat dan patuh (al-Thabariy, Tafsir al-Thabariy, Juz VII, hlm. 90). Di pengujung ayat dapat diperhatikan, bahwa orang-orang yang selalu berdakwah tidak pernah mengalami kerugian, tetapi selalu mendapatkan keuntungan (al-muflihûn).

Senada dengan ayat tersebut, Nabi Muhammad Ibn ‘Abdillah Saw. juga pernah bersabda yang diriwayatkan dari ‘Abdillah ibn ‘Umar ra., katanya: bahwa Nabi Saw. bersabda:

بلغوا عني ولو آية وحدثوا عن بني إسرائيل ولا حرج ومن كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار

Dari ayat dan hadis Nabi Saw. di atas dapat diketahui, bahwa ber-dakwah (baca: menyeru orang lain kepada kebaikan) dalam Islam sangat penting, yang dilakukan oleh sekelompok orang (Shahih al-Bukhariy, Vol. III, hlm. 1275). Kemudian, apa yang dimaksud ber-dakwah dalam Islam, bagaimana tata cara yang elegan dan signifikan, lebih lanjut akan dijelaskan di bawah ini.

Pembahasan

Kalau dilihat dari aspek bahasa, kata dakwah adalah ism al-mashdar dari da’â-yad’û-da’wan-wa da’watan (دعا-يدعو-دعوا- ودعوة (. Asalnya adalah da’wah (dengan huruf ‘ain), kemudian di-Indonesiakan dengan dakwah (dengan memakai huruf k). Menurut Ibn Faris, asal makna kata da’â adalah memalingkan sesuatu kepada diri kita melalui suara atau pembicaraan. Ibrahim Anis memaknainya dengan menuntut kehadiran sesuatu atau mengharapkan kebaikan. Di dalam bahasa Indonesia, kata da’â dimaknai dengan berseru, menyeru, memohon, atau berdo’a. Sedangkan dakwah, berarti mengajak orang kepada kebaikan (da’watun nâs ila al-khayr). Orang yang mengajak atau berdo’a disebut dengan dâ’i.

Kata da’wah disebut sebanyak enam kali dalam al-Qur’an. Sementara kata dâ’I sebanyak tiga kali, seperti surat al-Baqarah ayat 186; beerkaitan dengan pernyataan Tuhan, bahwa Dia sangat dekat dengan hamba-Nya dan akan mengabulkan permohonan orang yang berdo’a hanya kepada-Nya. Dan al-Qamar ayat 6, yang berkaitan keadaan hari Kiamat.

Kemudian, terkait dengan tugas dakwah tersebut, di dalam al-Qur’an Allah Swt. telah menjelaskan beberapa metode yang harus diterapkan. Hal ini telah cukup jelas dalam surat al-Nahl ayat 125, Allah Swt. berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya, bahwa Allah Swt. memerintah Nabi Muhammad Saw. supaya mengajak manusia (makhluq) dengan penuh kelembutan (al-hikmah, bijaksana dengan makna qaul layyin) kepada syari’at Islam yang telah diwahyukan kepadanya (Tafsir al-Thabariy, Vol. XVII, hlm. 321). Ayat di atas turun ketika ada perintah gencatan senjata (muhâdanah/ truce) dengan Kafir Quraisy di Makkah, supaya mengajak mereka dengan persuasif (ajakan yang lembut) kepada syari’at agama Allah Swt. (lihat al-Qurthubiy, Vol. X, hlm. 200).

Perintah yang sama pernah juga disampaikan kepada Nabi Musa dan Harun as. ketika menghadapi Fir’aun, supaya berkomunikasi secara lembut dan persuasif (lihat Ibn Katsir, Vol. VI, hlm. 283). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan dalam surat Thaha : 44; Allah Swt. berfirman:

فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

Hal ini menggambarkan, bahwa metode dakwah yang Islamiy adalah persuasif, sekaligus membantah anggapan, bahwa Islam disi’arkan dengan kekerasan (melalui pedang). Di dalam surat al-Baqarah : 256 dijelaskan;

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيّ

Bahwa tidak ada paksaan dalam menganut agama (Islam), karena telah jelas mana yang benar dan mana yang sesat.

Surat al-Nahl di atas juga menggambarkan, bahwa selain dengan cara yang persuasif dan mendidik atau nasehat yang baik (al-maw’idzatul hasanah) juga lewat diskusi yang elegan (mujâdalah hasanah, tukar pikiran yang dialogis). Dengan metode yang persuasif, materi dakwah akan dapat diharapkan lebih signifikan dibanding dengan kekerasan.

Terkait dengan sosok orang yang melakukan dakwah, semestinya mereka lebih dulu menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji (akhlaq al-karimah, budi pekerti mulia), seperti: jujur, lemah lembut, rendah hati (tawâdhu’), pema’af, pemurah dan sebagainya. Sifat-sifat ini penting, karena sebagai pewaris Nabi (waratsatul anbiya’) akan mengajak orang banyak untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran. Orang yang diajak akan memperhatikan orang yang berdakwah seberapa jauh dia berprilaku konsisten dengan materi yang dia sampaikan.

Seorang pendakwah harus terlebih dahulu berperang dengan musuh yang bersarang dalam dirinya melalui jihad bi al-nafs sebelum berhadapan dengan musuh lain. Untuk memeperoleh keberhasilan yang gemilang, seorang pendakwah juga perlu mempersiapkan beberapa hal, seperti: wawasan yang luas terutama dalam bidang agama, memahami kandungan al-Qur’an, iman yamg kuat, sabar, optimis dan rela berkorban, baik waktu, pikiran dan tenaga maupun harta. Tidak kalah pentingnya, yaitu semangat yang tinggi dalam mencapai tujuan, menyiapkan diri bekerja secara terus menerus, teratur dan berkesinambungan.

Selanjutnya, apa pentingnya berdakwah, pada kolom Pendahuluan telah dikemukakan sebagaimana dijelaskan dalam surat Ali Imran : 104. Secara lahiriyah dapat diketahui harus ada sekelompok orang yang terorganisir dan terkordinir untuk mengajak orang lain kepada berbuat baik dan menegakkan kebenaran di tengah-tengah masyarakat. Secara formal tugas mengajak lebih tepat apabila diemban oleh para ilmuwan (Ulama). Sedangkan untuk mencegah kemunkaran tersebut lebih signifikan apabila ditangani pihak berwenang (penegak hukum, seperti Polri, Jaksa dan Hakim).

Dengan demikian, maka yang dimaksudkan dengan ummah yad’ûna ila al-Khayr ya’muru bil ma’rûf wa yanhawna ‘an al-munkar tersebut adalah terbinanya sinergi atau kerja sama dan sama bekerja antara ilmuwan agama di satu sisi dengan penegak hukum di sisi lain. Namun, secara informal bahwa siapapun yang melihat dan menyaksikan kemunkaran hendaklah dia cegah, sesuai kemampuan dan kafasitasnya masing-masing. Hadis ini kelihatannya lebih mengarah kepada teknis operasional di lapangan, sebab merobah dengan tangan (bil yad, power), tentunya yang lebih kompeten adalah penegak hukum. Sedangkan dengan lisan (nasehat yang baik) dan hati (al-qalb) tentunya tugas para ilmuwan dan orang yang tidak punya power sama sekali dan tidak punya ilmu pengetahuan.

Kemudian, tidak kalah pentingnya supaya dakwah dapat berjalan efektif adalah dengan memperhatikan sasaran dakwah (audiens) itu sendiri, baik dari aspek budaya maupun karakter dan wawasannya. Tentang hal ini, Rasulullah Saw. pernah berpesan kepada seorang sahabat yang bernama Mu’adz ibn Jabal ketika akan berangkat ke Yaman dalam rangka menyampaikan dakwah tentang kewajiban seorang mukmin, seperti mengucapkan syahadatayn, salat fardu, zakat dan sebagainya. Nabi berpersan, bahwa Mu’adz akan mendatangi suatu kaum (bangsa) ahli Kitab (innaka ta’tiy qauman ahl al-Kitab… al-hadîts !). Kualitasnya cukup sahih. Demikian menurut Abu ‘Isa al-Turmudziy (Sunan al-Turmudziy, Vol. III, hlm. 21).

Dengan demikian, maka cara berdakwah tersebut bisa dilalui dengan lisan dan prilaku. Bahkan, dakwah bi al-hâl jauh lebih efektif dibanding dakwah bi al-lisân. Kemudian ada lagi dakwah yang dilakukan antar pribadi (fardiyah), dakwah yang disampaikan kepada khalayak umum (‘ammâh), seperti ceramah, khutbah dan pidato. Selain itu, ada lagi dakwah melalui media, baik tulis (bi al-kitâbah) maupun media massa elektronik, seperti audio-visual dan sebagainya. Orang Islam itu tidak cukup hanya menjalankan ibadah pribadinya an sich, seperti salat, puasa, zakat dan haji. Namun lebih jauh dari itu, juga harus memberi pencerahan kepada orang lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat diketahui, bahwa dakwah merupakan hal penting dan harus ada sekumpulan orang yang bertindak sebagai juru dakwah. Melalui dakwah, kabar baik (basyîr wa nadzîr) akan dapat dikomunikasikan.

Daftar Bacaan

Al-Bukhârî,al-Jâmi’ al-Shahîh al-Mukhtashar, Dâr Ibn al-Katsîr, Beirut, 1407 H/ 1987 M.

Ibn Hajar, Ahmad ibn ‘Aliy, Subulus Salâm, tp., tt.

Ibn Hanbal, Ahmad, Musnad Ahmad, Mawqi’ Wizarah al-Awqaf al-Mishriyyah, tt.

Ibn Rajab al-Hanbaliy, Zainuddin Abu al-Farj, Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Dar al-Da’wah, tt.

l-Nawawiy, Shahih Muslim bisyarh al-Nawawi, Mesir: Dâr al-Hadîts, 2001

Al- Naysâbûriy, Abu Abdullah Muhammad ibn Abdullah, Ma’rifah ´Ulûm al-Hadîts, Dar al-Kutub al-Mishriyah, 1937

——————, Imam Abi Hisain Muslim ibn al-Hajjaj, Shahih Muslim, Beirut: dar al-Kutub al-Ilmiyah, tt

Tags:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan Dengan Motto: "Cerdas dan Berintegritas"

Jalan T. Rizal Nurdin, Km. 4,5 Sihitang. Padangsidimpuan, Kode Pos 22733.

Untuk info lebih lanjut:

Telp. (0634) 22080

Fax. (0634) 24022

humas@iain-padangsidimpuan.ac.id

Kategori

  • Akademik
  • Administrasi Umum
  • Layanan Fakultas
  • Program Studi
  • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
  • Lembaga dan UPT
  • Penelitian
  • Jurnal Dosen

Link Penting

  • UPT Perpustakaan
  • LPPM
  • LPM
  • SATGAS SPI
  • Humas
  • Mah'had Jami'ah
  • SEMA dan DEMA
  • UKM dan UKK
  • Lembaga Bahasa

download free uapkmod,action game apk mod, android apps apk mod