MA`HAD AL-JAMI`AH

Sesiapa  yang mau mendengar dengan cermat dan mengikuti yang baik, akan menjadi komunitas yang cerdas intlektualnya  (QS. Az-Zumar :18) dan yang mampu membaca, menelaah secarara utuh ayat-ayat Allah dan mengimaninya, akan  menjadi komunitas yang cerdas spritualnya (QS. Al-Baqarah: 121) dan jika mampu keduanya  secara seimbang menjadi komunitas yang terhormat dan terpuji (QS. al-Mujadalah:11), komunitas ini akan  menjadi cikal bakal ilmuwan (ulama) dan intlektual yang diharapkan mampu melakukan perubahan (QS.Ar-Ra’du: 11) mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan penjelasan dan peringatan pada masyarakat (QS. al-Taubah:122). Dengan merenungkan dan membaca ayat-ayat Allah (QS. Al-Baqarah :164) dan (QS. Ali- Imran:191) guna menggerakkan masyarakat Islam menjadi pribadi bertauhid  dengan keshalehan spritual, emosional, intlektuwal dan keagungan akhlak yang mumpuni dalam membangun agama, bangsa dan negara (QS. An-Nur: 55) MAKHAD

Berdasarkan pernyataan tersebut mahasantri  yang berhasil adalah  mereka yang memiliki identitas sebagai seseorang yang mempunyai: (1) Intlektualitas yang tajam dan cerdas serta berilmu pengetahuan yang luas (2) Spritualitas yang istiqomah dengan hati yang lembut serta semangat yang tinggi karena Allah (3) Emosional yang terpuji dengan Akhlaqul karimah  dan (4) Keteladanan yang  terampil melakukan perbaikan dan perubahan dalam berbagai lini kehidupan.

Untuk mencapai keberhasilan dimaksud pembinaan mahasantri difokuskan pada: (1)Keseimbangan Spiritualitas, emosional dan intlektualitas dendan wawasan keislaman dan bahasa yang universal  (2) Kemandirian dan Istiqomah (3) Berkompetisi (3) Kemampuan memimpin dengan berjiwa besar serta bertanggung jawab sebagai penggerak umat (4) Kesiapan menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya.

Strategi mensiasati keberhailan mahasantri diatas membutuhkan: (1) Tenaga akademik yang handal dalam berbagai aktivitas ilmiah-religius, (2) Tradisi akademik religius, Bahasa dan Ibadah (4) Inisiatif yang  antisipatif masa depan dan bersifat proaktif, (5) Pengkolaborasian seluruh potensi yang dimiliki menjadi kekuatan penggerak  secara menyeluruh,(6) Kemauan membangun bi’ah Bahasa kultur akademik dan bi’ah Islamiyah yang mampu menumbuhsuburkan akhlaqul karimah dan (7) Asrama atau Ma’had sebagai Pusat pembinaan.

Visi:

Bertauhid menuju keshalehan spiritual, emosional, intlektual, dan akhlakulkarimah dalam pengembangan Ilmu keislaman sebagai sendi terciptanya masyarakat muslim khoira ummah.

Misi:

  1. Membina mahasantri memiliki kemantapan Tauhid, kedalaman spiritual, emosinal, keluasan wawasan  ilmukeislaman  dan kemantapan profesional serta keluhuran akhlak  mulia.
  2. Memberikan ketrampilan berbahasa Arab dan Inggris.
  3. Mentradisikan interaksi dengan Al-Qur’an.
  4. Mengebangkan potensi, minat dan bakat Mahasantri berdasarkan al-Qur’an dan sunnah.

Tujuan:

  1. Terbentuknya kepribadian mahasantri yang memiliki kemantapan tauhid dengan spiritual, emosinal, intlektual yang seimbang dalam pengamalan dan keluasan ilmu keislaman yang profesional serta keagungan akhlak.
  2. Terciptanya bi’ah lughawiyah dalam pembinaan/ pengembangan kemampunan bahasa Arab dan Inggris.
  3. Tertradisinya Pengamalan keagamaan dan Ilmiyah religious.
  4. Terbinanya bakat minat dan emosioanal berdasarkan sendi-sendi ajaran Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *