Orasi Ilmiah Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag

Orasi Ilmiah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan yang disampaikan oleh Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag denganThema Peluang Hukum Islam dalam Kehidupan Masyarakat Batak Tapanuli Selatan bertempat di Auditorium IAIN Padangsidimpuan ini mendapat sambutan antusias dari civitas akademika. Acara ini di hadiri oleh para Doktor di Lingkungan IAIN padangsidimpuan, Dosen dan ratusan mahasiswa yang memenuhi Auditorium.

Acara ini di buka dengan sambutan dari Rektor IAIN padangisidimpuan Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL yang menyampaikan agar para akademisi harus menurutsertakan Islamic Values dalam transfer ilmu dan sains dengan integratif dan interkonektif. Sementara Itu Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag Dekan FASIH IAIN Padangsidimpuan selaku inisiator acara Orasi Ilmiah menyebutkan bahwa disamping peningkatan prasarana yang tidak kalah penting kita harus melakukan percepatan penciptaan budaya ilmiah di lingkungan civitas akademik IAIN Padangsidimpuan menuju UIN Padangsidimpuan.

Susasana Orasi Ilmiah di Auditorium IAIN Padangsidimpuan –sumbr foto: Fadlyka HS Harahap

Dalam Orasinya Dr H Fatahuddin Aziz Siregar M.Ag menyampaikan paparannya tentang bervariasinya implementasi hukum islam di Tabagsel yang mencakup kota padangsidimpuan, Tapanuli selatan, Mandailing Natal, Padanglawas dan padanglawas Utara. Hal yang di soroti dalam penelitian beliau adalah tentang Hukum Waris di masyarakat Tabagsel yang bervariasi dalam penerapannya. Ada Masyarakat yang masih menggunakan Hukum Adat batak dimana perempuan tidak mendapat harta warisan ataupun mendapat harta warisan dengan jumlah yang sedikit dan ada Yang memakai hukum islam bahwa perempuan mendapat harta warisan namun pembagiannya bukan 1:2 sesuai hukum islam.

Dr  H Fatahuddin Menyampaikan bahwa Peluang implementasi hukum islam di masyarakat Tabagsel masih terus bisa ditingkatkan dengan meningkatnya kesadaran beragama masyarakat dan makin modernnnya kehidupan bermasyarakat di Tabagsel. Namun beliau juga menyampaikan bahwa adanya hukum islam tidak serta merta menghilangkan prinsip budaya batak di tabagsel terutama konsep adat “Dalihan Natolu” yang mengandung filsafat saling tolong menolong dan saling menghormati antar komponen dalam masyarakat adat batak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *