Kode Etik Mahasiswa

KEPUTUSAN REKTOR

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN

NOMOR : 669 TAHUN 2014

TENTANG

KARAKTERISTIK DAN KODE ETIK MAHASISWA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Pendidikan  Nasional dan tujuan Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan, serta untuk mencapai suasana kampus yang kondusif, perlu segera disusun Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa;
b. Bahwa Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan tersebut merupakan uapaya menegakkan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan.
c. Bahwa oleh karena itu perlu diterbitkan keputusan Rektor Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan tentang Karakteristik dan Kode etik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan
Mengingat : 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003  tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi;
3 Peraturan Pemerintah Republik Nomor 66 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan  Pendidikan;
4 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14  Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;
5 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2013  Tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Padangsidimpuan menjadi Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan;
6 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 93 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Padangsidimnpuan;
7 Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: B.II/199978 tanggal  23 Desember 2013 prihal penetapan Rektor Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan masa jabatan 2013-2017;
Memperhatikan : 1 Hasil Rapat kolektif antara wakil-wakil Dekan, DEMA dan SEMA Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan di ruang Kerja Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, tanggal, 7, 8,14 Juli 2014 dan  10 April 2014
2 Rapat Pimpinan antara para Dekan, Ketua Jurusan, Kasubbag Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Institut Agama Islam Negeri Padangsidimnpua di ruang Kerja Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, tanggal, 26 Agustus 2014 dan  01 September 2014;
3 Rapat Senat Institut tanggal 16 Oktober 2014 di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga
  MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN TENTANG KARAKTERISTIK DAN KODE ETIK MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

  1. Karakteristik adalah ciri khas mahasiswa IAIN
  2. IAIN adalah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan.
  3. Kode Etik Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan adalah peraturan tentang hak dan kewajiban, norma, penghargaan, pelanggaran dan sanksi bagi mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.
  4. Mahasiswa adalah mahasiswa IAIN Padangsidimpuan yang terdaftar sebagai mahasiswa.
  5. Hak adalah sesuatu yang layak diterima oleh mahasiswa IAIN Padangsidimpuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  6. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa IAIN Padangsidimpuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  7. Norma adalah aturan atau ketentuan berperilaku dan berpakaian mahasiswa IAIN Padangsidimpuan di dalam dan luar kampus.
  8. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan kepada mahasiswa IAIN Padangsidimpuan atas prestasi tertentu.
  9. Pelanggaran adalah setiap perilaku mahasiswa yang bertentangan dengan karakteristik dan kode etik mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.
  10. Sanksi adalah hukuman yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar karakteristik dan kode etik mahasiswa IAIN
  11. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak untuk menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran karakteristik dan kode etik mahasiswa, yaitu Dosen, Pegawai, Unsur Pimpinan dan pihak berwajib.
  12. Dewan Kehormatan adalah petugas yang berwenang memberikan pertimbangan kepada Rektor terhadap  laporan Tim Monitoring.
  13. Tim Monitoring adalah petugas yang berwenang mengawasi pelaksanaan Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa, melakukan investigasi dan melaporkan pelanggaran.
  14. Senat Institut adalah lembaga normatif tertinggi di IAIN Padangsidimpuan.
  15. Rektor adalah Rektor Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan.
  16. Dekan adalah Dekan Fakultas di lingkungan IAIN Padangsidimpuan.
  17. Dosen adalah tenaga pendidik pada IAIN Padangsidimpuan yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar.
  18. Pegawai adalah Pegawai di lingkungan IAIN
  19. Pihak berwajib adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  20. Lembaga kemahasiswaan adalah Lembaga Kemahasiswaan IAIN Padangsidimpuan sebagaimana yang diatur dalam pedoman umum organisasi kemahasiswaan.
  21. UKM adalah Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan IAIN Padangsidimpuan.
  22. UKK adalah Unit Kegiatan Khusus di lingkungan IAIN Padangsidimpuan.

 

BAB II

MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 2

Maksud  karakteristik dan kode etik mahasiswa adalah:

  1. Menjamin tegaknya peraturan di IAIN Padangsidimpuan.
  2. Menjamin terlaksananya hak dan kewajiban mahasiswa.
  3. Mengatur pemberian  sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran  karakteristik dan kode etik mahasiswa.
  4. Memberikan penjelasan tentang karakteristik, kewajiban, norma, pelanggaran, dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa.

 

Pasal 3

Tujuan karakteristik dan kode etik mahasiswa adalah:

  1. Mendukung tercapainya visi, misi dan tujuan IAIN
  2. Menciptakan suasana kampus yang Islami dan kondusif  untuk terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Pasal 4

Fungsi karakteristik dan kode etik  mahasiswa adalah:

  1. Menjadi landasan dan petunjuk bagi mahasiswa dalam berfikir, bersikap dan berprilaku yang berwawasan Islami dan sesuai dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  2. Menjadi acuan tentang hak, kewajiban, norma, penghargaan, pelanggaran, dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa.

 

BAB III

KARAKTERISTIK

Pasal 5

Karakteristik mahasiswa IAIN Padangsidimpuan adalah:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
  2. Berakhlak mulia dan menjunjung tinggi ajaran agama Islam, Pancasila, dan UUD 1945.
  3. Berpenampilan rapi sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. Cinta ilmu pengetahuan dengan motivasi dan dedikasi yang tinggi.
  5. Peduli terhadap keindahan dan  kebersihan
  6. Peduli terhadap kedamaian, kesatuan dan persatuan.
  7. Bertindak sesuai dengan syariat Islam.
  8. Aktif dalam kegiatan
  9. Ta’at dan terampil dalam melaksanakan ajaran Islam.
  10. Ikhlas beramal.

 

BAB IV

KEWAJIBAN MAHASISWA

Pasal 6

Kewajiban Umum

Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan berkewajiban:

  1. Menjunjung tinggi dan mengamalkan ajaran agama Islam.
  2. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945.
  3. Menjaga nama baik almamater IAIN Padangsidimpuan.
  4. Melaksanakan kewajiban administrasi akademik dan kemahasiswaan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  5. Memelihara sarana dan prasarana IAIN Padangsidimpuan serta menjaga kebersihan, ketertiban, kenyamanan dan keamanan kampus.
  6. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi IAIN Padangsidimpuan.

 

Pasal 7

Kewajiban Khusus

Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan berkewajiban:

  1. Mengikuti perkuliahan dengan tertib, teratur, sopan dan hormat kepada dosen.
  2. Berpakaian bersih, rapi dan menutup aurat di dalam dan luar kampus.
  3. Melaporkan pernikahan secara tertulis (dibuktikan Akta Nikah) ke pihak kampus dan melaporkan kelahiran anak pertama (dibuktikan Surat Kelahiran).
  4. Melakukan pergaulan yang baik menurut ajaran agama Islam.
  5. Berperilaku jujur, adil dan bertanggungjawab.
  6. Berperilaku, bertutur kata dan bersikap baik terhadap Civitas Akademika IAIN Padangsidimpuan.
  7. Mempergunakan bahasa Indonesia, dan atau bahasa Arab dan Inggris yang baik dan benar di lingkungan IAIN Padangsidimpuan.

 

BAB V

HAK  MAHASISWA

Pasal 8

Hak Akademik dan Kemahasiswaan

Setiap mahasiswa IAIN Padangsidimpuan berhak:

  1. Memperoleh pelayanan yang baik di bidang administrasi akademik dan
  2. Memperoleh pelayanan yang baik di bidang pengembangan minat dan bakat.
  3. Mendapatkan bimbingan dan motivasi dari tenaga pendidik dan kependidikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
  4. Menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggung jawab.
  5. Menjadi anggota dan ikut serta dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan di lingkungan IAIN Padangsidimpuan.
  6. Memanfaatkan sarana dan prasarana IAIN Padangsidimpuan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan akademik dan organisasi kemahasiswaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  7. Menyampaikan aspirasi berupa usul, saran dan kriktik yang membangun sesuai prosedur dan bertanggungjawab.
  8. Memperoleh penghargaan atas prestasi yang dicapai pada bidang dan jenjang tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku.
  9. Mengikuti program akademik dan kemahasiswaan yang ditawarkan IAIN Padangsidimpuan sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Pasal 9

Hak Penggunaan Barang Milik Negara

Setiap lembaga intra kemahasiswaan berhak menggunakan Barang Milik Negara di IAIN Padangsidimpuan dengan ketentuan:

  1. Kegiatan yang menggunakan Barang Milik Negara harus mempunyai hubungan dengan program lembaga kemahasiswaan.
  2. Wajib mengajukan surat permohonan penggunaan Barang Milik Negara yang diketahui dan disahkan oleh pejabat yang berwenang.
  3. Permohonan akan dipenuhi apabila memungkinkan dan telah sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. Penggunaan Barang Milik Negara hanya di lingkungan IAIN Padangsidimpuan.
  5. Barang Milik Negara yang digunakan di luar IAIN Padangsidimpuan harus izin pejabat yang berwenang.
  6. Menggunakan Barang Milik Negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Pasal  10

Hak Penggunaan Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan

Setiap lembaga intra kemahasiswaan IAIN Padangsidimpuan dapat menggunakan sekretariat  dengan ketentuan :

  1. Sekretariat dibuka pada hari jam kerja mulai pukul 07.30 -16.00 WIB dan jika ada kegiatan tertunda dapat dibuka sampai pukul 21.00 WIB.
  2. Sekretariat digunakan untuk kegiatan organisasi kemahasiswaan dengan memperhatikan norma-norma agama.

 

BAB VI

NORMA PAKAIAN

 

Pasal 11

  1. Pakaian Kuliah
  2. Mahasiswa memakai:
  • Kemeja (tidak jenkis, tidak terbuat dari bahan jeans dan kaos serta tidak transparan).
  • Celana panjang model lurus sampai mata kaki (tidak kuncup, tidak terbuat dari bahan jeans dan tidak ketat).
  • Sepatu, kaos kaki minimal 10 cm di atas mata kaki.
  • Rambut pendek, kuku tidak panjang, tidak memakai: kalung, gelang, anting, tato, dan atribut organisasi sosial dan politik luar kampus.
  1. Mahasiswi memakai:
  • Baju kurung (minimal 10 cm di atas lutut, lengan panjang sampai pergelangan tangan, tidak berbelah di depan dan tidak berkancing, tidak berbahan jeans dan kaos, tidak ketat serta tidak transparan).
  • Rok panjang (sebatas mata kaki, tidak berbelah, tidak berbahan jeans dan karet, tidak ketat dan tidak transparan).
  • Sepatu dan kaos kaki ukuran minimal 20 cm dari mata kaki.
  • Jilbab (ukuran 110 cm menutupi dada, dan tidak transparan).
  • Kuku tidak panjang, tidak pakai kutek, tidak bersolek dan memakai perhiasan berlebihan, tidak memakai  atribut organisasi sosial dan politik luar kampus.
  1. Pakaian Olah raga
  2. Mahasiswa memakai pakaian olah raga; celana panjang dan kaos oblong.
  3. Mahasiswi memakai pakaian olah raga; celana panjang, kaos sampai lutut tidak ketat dan tidak transparan serta tetap memakai jilbab (ukuran 110 cm, menutupi dada dan tidak transparan), sepatu dan kaos kaki.
  4. Pakaian resmi
  5. OPAK, Ujian Akhir Semester, Pembekalan Praktek Lapangan dan KKL.
  • Mahasiswa memakai kemeja putih lengan panjang dan celana hitam, pakai sepatu hitam dan kaos kaki (sesuai dengan pasal 11 poin a.1).
  • Mahasiswi memakai baju kurung putih, rok hitam dan jilbab putih, khusus OPAK memakai rok/celana panjang hitam dan jilbab hijau muda serta memakai sepatu hitam dan kaos kaki (sesuai dengan pasal 11 poin b.1).
  1. Ujian Komprehenshif dan Ujian Munaqasyah.
  • Ujian Komprehensif; Mahasiswa memakai kemeja putih, celana penjang hitam dan sepatu hitam.
  • Ujian Munaqasyah; Mahasiswa memakai kemeja putih, celana penjang hitam dan sepatu hitam ditambah jas warna gelap dan peci hitam.
  • Mahasiswi memakai baju kurung putih, rok hitam  dan jilbab putih.
  1. Wisudawan memakai kemeja lengan panjang, dasi, celana panjang warna gelap, dan memakai toga.
  2. Wisudawati memakai pakaian yang tidak ketat, tidak transparan, tidak berbelah dan jilbab menutup dada, dan memakai toga.
  3. Pakaian di luar perkuliahan
  4. Pakaian di luar kampus tetap memperhatikan karakteristik norma pakaian (pasal 11 ayat 1, 2 dan 3).
  5. Pakaian di luar perkuliahan tetap menutup aurat sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

 

BAB VII

PELANGGARAN

Pasal 12

Pelanggaran Ringan

  1. Melanggar norma berpakaian sebagaimana diatur pada pasal 11.
  2. Melanggar tata tertib ujian.
  3. Menggunakan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung.
  4. Merokok saat mengikuti kegiatan akademik.
  5. Berduaan naik kenderaan (roda tiga dan empat) dengan yang bukan muhrim baik di dalam maupun luar kampus.
  6. Berboncengan dengan yang bukan muhrim (roda dua) baik di dalam maupun luar kampus.
  7. Mengganggu ketertiban, kenyamanan dan keamanan kampus.
  8. Tidak melaporkan pernikahan secara tertulis (dibuktikan Akta Nikah) ke pihak kampus dan tidak melaporkan kelahiran anak pertama (dibuktikan Surat Kelahiran).
  9. Meminta orang lain untuk membuat makalah dan membuat makalah untuk orang lain.
  10. Menggunakan fasilitas IAIN yang mengakibatkan timbulnya kerugian.
  11. Membawa senjata tajam dan atau senjata api.
  12. Menginap di kantor lembaga kemahasiswaan UKM, UKK IAIN Padangsidimpuan.

 

Pasal 13

Pelanggaran Sedang

  1. Melakukan tindakan yang dijatuhi sanksi ringan secara tertulis minimal 3 kali.
  2. Melalaikan kewajiban administrasi akademik dan kemahasiswaan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  3. Melakukan kecurangan dalam ujian dan pemberian informasi palsu.
  4. Bertindak sebagai joki baik di dalam dan luar kampus
  5. Mengundang atau membawa pihak luar ke dalam kampus IAIN Padangsidimpuan yang dapat menimbulkan keonaran.
  6. Melakukan teror terhadap civitas akademika IAIN Padangsidimpuan.
  7. Melakukan percumbuan, baik di dalam maupun di luar kampus IAIN Padangsidimpuan.
  8. Melakukan perbuatan provokasi (hasutan) dan demonstrasi anarkis di dalam kampus.
  9. Memukul mahasiswa di dalam dan di luar kampus.
  10. Melakukan perkelahian dan atau tawuran serta tindakan mengancam.
  11. Melibatkan pihak luar baik organisasi maupun individu dalam pengambilan/kebijakan organisasi intra kampus.
  12. Melibatkan pihak luar baik organisasi maupun individu yang bersifat intervensi dan intimidasi dalam urusan administrasi akademik dan kemahasiswaan.
  13. Menggunakan fasilitas IAIN Padangsidimpuan untuk kepentingan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus.
  14. Melakukan kerjasama dan kegiatan di lingkungan kampus yang melibatkan partai politik dan organisasi yang terindikasi terlarang.
  15. Menggunakan nama dan atau atribut IAIN Padangsidimpuan dalam kegiatan-kegiatan politik.
  16. Memalsukan nilai, tanda tangan, stempel dan surat-surat keterangan lainnya.
  17. Melakukan tindakan pencemaran nama baik IAIN Padangsidimpuan, seseorang, golongan, ras, suku, dan agama.
  18. Melakukan perusakan fasilitas IAIN yang mengakibatkan timbulnya kerugian.

 

Pasal 14

Pelanggaran Berat

  1. Melakukan tindakan yang dijatuhi sanksi sedang secara tertulis minimal 3 kali.
  2. Merencanakan dan melakukan perusakan berat yang mengakibatkan kerugian.
  3. Meminta orang lain untuk membuat skripsi dan tesis serta membuat skripsi dan tesis untuk orang lain.
  4. Memiliki, membawa, mengedarkan dan menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) atau narkotika dan obat berbahaya (NARKOBA) serta minuman keras (MIRAS).
  5. Memiliki, membawa, menggandakan, meminjamkan, menjual, menyewakan media pornografi.
  6. Memukul dosen, pimpinan dan pegawai.
  7. Melakukan pelecehan seksual, pemerkosaan dan penganiayaan di dalam dan luar kampus.
  8. Melakukan tindakan perzinaan, pergaulan bebas atau kumpul kebo di dalam dan luar kampus.
  9. Memfasilitasi dan melakukan perampasan, penipuan, pencurian dan perjudian di dalam dan luar kampus.
  10. Melakukan tindak pidana yang dijatuhi hukuman penjara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap lebih dari satu tahun.
  11. Melakukan plagiasi.
  12. Lembaga Kemahasiswaan melakukan tindakan yang bertentangan dengan pedoman umum organisasi kemahasiswaan dan peraturan yang berlaku.
  13. Memalsukan Ijazan dan transkrip nilai akhir.

 

BAB VIII

SANKSI-SANKSI

Pasal 15

Ketentuan Sanksi

  1. Sanksi diberlakukan kepada mahasiswa, lembaga mahasiswa dan atau UKM yang tidak melaksanakan kewajiban atau melanggar aturan sebagaimana tertuang dalam Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.
  2. Sanksi dapat berupa teguran, penangguhan atau pemberhentian dana bantuan, sampai memperbaiki barang yang rusak dan atau mengganti barang yang hilang.
  3. Pemberlakuan sanksi ditentukan setelah melalui penyelidikan dan pertimbangan secara cermat dan teliti oleh pihak yang berwenang di IAIN Padangsidimpuan.

 

Pasal 16

Jenis Sanksi

Sanksi terdiri dari beberapa jenis, sesuai dengan tingkat pelanggaran yang meliputi: sanksi ringan, sanksi sedang, dan sanksi berat.

 

Pasal 17

Sanksi Ringan

  1. Teguran lisan ataupun tertulis: melanggar pasal 12 ayat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
  2. Ganti rugi atas barang yang rusak atau hilang: melanggar pasal 12 ayat 10.
  3. Pengusiran dari ruang kuliah, ujian dan lingkungan kampus: melanggar pasal 12 ayat 11 dan 12.

 

Pasal 18

Sanksi Sedang

  1. Tidak mendapatkan pelayanan administrasi dan atau akademik dan atau kemahasiswaan: melanggar pasal 13 ayat 1.
  2. Kehilangan hak mengikuti ujian: melanggar pasal 13 ayat 3.
  3. Skorsing minimal 1 semester: melanggar pasal 13 ayat 1, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 dan 18 serta tetap membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan terhitung sebagai masa studi penuh.
  4. Skorsing minimal 2 semester: melanggal pasal 13 ayat 15, 16 dan 17 serta tetap membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan terhitung sebagai masa studi penuh.
  5. Penangguhan penyerahan ijazah dan atau transkrip nilai asli dalam jangka waktu tertentu: melanggar pasal 13 selain ayat 9.

 

Pasal 19

Sanksi Berat

  1. Pemberhentian dengan hormat: melanggar pasal 14 ayat 1 dan 2.
  2. Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai mahasiswa: melanggar pasal 14 ayat 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10.
  3. Pencabutan gelar akademik: melanggar pasal 14 ayat 3, 11 dan 13
  4. Pembekuan lembaga kemahasiswaan: melanggar pasal 14 ayat 12.

 

Pasal 20

Pihak Yang Berhak Menjatuhkan Sanksi

  1. Sanksi Ringan : Dosen dan
  2. Sanksi Sedang : Dekan dan Rektor.
  3. Sanksi Berat : Rektor.

 

Pasal 21

Tata Cara Penjatuhan Sanksi

Penjatuhan  sanksi dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:

  1. Penjatuhan Sanksi Ringan oleh Dosen dan Dekan.
  2. Dosen menjatuhkan sanksi berdasarkan hasil temuan langsung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa atau laporan sumber lain yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
  3. Dekan menjatuhkan sanksi tertulis berdasarkan laporan Tim Monitoring.
  4. Penjatuhan sanksi Sedang dan Berat oleh Dekan atau dan Rektor:
  5. Tim Monitoring melaporkan hasil investigasi kepada Rektor.
  6. Rektor merekomendasikan laporan Tim Monitoring kepada Dewan Kehormatan Kode Etik.
  7. Hasil keputusan sidang Dewan Kehormatan Kode Etik tentang usul penjatuhan sanksi disampaikan secara tertulis kepada mahasiswa/lembaga kemahasiswaan dan diberikan hak pembelaan maksimal 7 hari.
  8. Usul penjatuhan sanksi oleh Dewan Kehormatan Kode Etik dan pembelaan mahasiswa/lembaga kermahasiswaan disampaikan kepada Rektor.
  9. Rektor melanjutkan pembelaan mahasiswa/lembaga kemahasiswaan kepada Dewan Kehormatan Kode Etik untuk memberikan pertimbangan penjatuhan sanksi.
  10. Hasil keputusan sidang Dewan Kehormatan Kode Etik disampaikan kepada Rektor.
  11. Rektor merekomendasikan hasil keputusan sidang Dewan Kehormatan Kode Etik kepada Senat Institut.
  12. Hasil Sidang Senat Institut disampaikan kepada Rektor.
  13. Rektor mengeluarkan Surat Keputusan tentang penjatuhan sanksi kecuali kehilangan hak mengikuti ujian dijatuhkan oleh Dekan.

 

BAB  IX

PENUTUP

Pasal 22

Dengan berlakunya Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini, maka Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa dan ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan Karakteristik  dan Kode Etik Mahasiswa ini dinyatakan  tidak berlaku.

 

Pasal 23

Hal-hal yang belum diatur dalam Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini akan diatur kemudian.

 

Pasal 24

Karakteristik dan Kode Etik Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

 

Ditetapkan di Padangsidimpuan

pada tanggal 28 Oktober 2014

Rektor IAIN Padangsidimpuan

ttd

IBRAHIM SIREGAR

 


Tembusan :

  1. Menteri Agama RI di Jakarta
  2. Dekan-Dekan di lingkungan IAIN Padangsidimpuan
  3. Kasubbag Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni IAIN Padangsidimpuan
  4. Dosen-dosen IAIN Padangsidimpuan
  5. Senat Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan
  6. Organisasi Intra Kampus dilingkungan IAIN Padangsidimpuan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.