Dirjend Pendis dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Support IAIN Padangsidimpuan Menjadi UIN

Sabtu, (20/02/2021); Dirjen Pendidikan Islam berharap semoga IAIN Padangsidimpuan mampu menjalankan misi pendidikan yang dicanangkan UNESCO, sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T pada acara Seminar Arah Pengembangan Lembaga yang dilaksanakan di aula Perpustakaan IAIN Padangsidimpuan pada Sabtu 20 Februari 2021. Secara jelas beliau menyampaikan dukungan penuh untuk alih status IAIN Padangsidimpuan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Padangsidimpuan.
“Semoga dengan terus berkembang dan majunya IAIN Padangsidimpuan ini mampu mengemban 4 pilar pendidikan , yaitu : (1) Learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2) Learning to do (belajar untuk terampil melakukan sesuatu), (3) Learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan (4) Learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama),” papar Dirjen Pendis Kementerian Agama RI
Selanjutnya Dirjen Pendis juga menyinggung tentang pentingnya transformasi dalam pengembangan lembaga kedepan. Beliau melihat Mahad Jamiah sebagai program unggulan di IAIN Padangsidimpuan menjadi distingsi IAIN Padangsidimpuan yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam penjabarannya tentang arah pengembangan pendidikan tinggi islam ia menekankan kemampuan untuk membaca dan memahami masa depan serta pentingnya hal fundamental keagamaannya yang disebut dengan Ustad. Menurutnya kata Ustad adalah sebuah akromin dalam menjelaskan prinsip fundamental keislaman yang harus dipegang kokoh.
Ustad itu adalah sebuah akronim. U untuk Ushuluddin, S untuk Syariah, T untuk Tarbiyah, A untuk Adab dan D untuk dakwah. Inti dari IAIN dan UIN itu adalah Ustad. Ujar Dirjen Pendis.
Menurutnya konsep akronim dari kata Ustad ini adalah founding father yang tidak boleh ditinggalkan dan ditanggalkan ketika transformasi IAIN Padangsidimpuan nantinya menuju UIN. Ia menilai bahwa program unggulan mahad jamiah yang ada di IAIN Padangsidimpuan adalah icon ustad yang mencerminkan keislaman dalam jati diri IAIN Padangsidimpuan.
“Saya Setuju dengan Pak Rektor ketika bercerita tentang state of the art dari IAIN Padangsidimpuan itu adalah mahad jamiah, maka kedepan, ini tidak boleh ditinggalkan. Disaat proses transformasi, saya ingin mengingatkan bahwa ustazd tidak boleh ditinggalkan,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si dalam paparannya searah dan seide dengan dukungan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T (Dirjen Pendis Kemenag RI).
“Sebagai putra dari Tapanuli Bagian Selatan, saya berharap dengan kehadiran Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, maka IAIN Padangsidimpuan segera alih status menjadi UIN Padangsidimpuan,” tegas Marwan Dasopang
Sebelumnya dalam welcoming speech, Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL menyampaikan sejarah perkembangan IAIN Padangsidimpuan serta beberapa kemajuan yang telah dicapai selama ini.
“Alhamdulillah, saat ini IAIN Padangsidimpuan akan berusaha alih status menuju Universitas Islam Negeri (UIN) dengan dukungan dan support dari seluruh element termasuk civitas akademika IAIN Padangsidimpuan terutama dukungan dari Dirjend Pendis serta DPR RI,” jelas Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL.
“Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Agama RI, yang telah memberikan izin operasional 4 program studi di IAIN Padangsidimpuan. Ke-empat program studi tersebut adalah 1. Manajemen Keuangan Syariah; 2. Akuntansi Syariah; 3. Manajemen Bisnis Syariah, semuanya berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 1 Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyah) di Program Pascasarjana,” pungkas Rektor

Dok.Humas: Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T (Dirjen Pendis Kemenag RI) menyerahkan Surat Izin Operasional Program Studi Baru kepada Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL (Rektor IAIN Padangsidimpuan) yang disaksikan oleh Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.