Mari bangun masjid IAIN Padangsidimpuan
Klik Disini
Mari bangun masjid IAIN Padangsidimpuan
Klik Disini

Implementasi Teoantropoekosentris dalam Kurikulum IAIN Padangsidimpuan

Oleh : Dr. Zainal efendi Hasibuan, M.A

Kurikulum secara sederhana dimaknai sebagai sejumlah mata pelajaran yang diajarkan di institusi pendidikan. Secara modern kurikulum adalah segala pengalaman belajar peserta dididik.

Jadi kurikulum terkait segala kompetensi peserta didik. Silabus, RPP, rancangan pembelajaran, materi, isi pada setiap mata kuliah perlu diintegrasikan dengan paradigma keilmuan teoantropoekosentris.

Rumusan teoantropoekosentris dalam kurikulum dapat diformulasikan sebagai berikut:

  1. Yakinkan standar kompetensi dan kompetensi dasar terkoneksi dengan kajian ketuhanan (al-Iahiyah). Dalam hal ini termuat di dalamnya, tujuan Tarbiyah Islamiyah, menjadi hamba Allah yang shaleh (‘abdun shalih), yang diawali dengan pengenalan kepada Tuhan (ma’rifatulloh) lewarlt sari pati mata kuliah.
  2. Yakinkan standar kompetensi dan kompetensi dasar terkoneksi dengan kemanusiaan (al-Insaniyah). Dalam hal ini kebermanfaatan bagi kehidupan manusia menuju keadilan dan kesejahteraan sosial. Pengenalan hakekat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membituhkan satu sama lainnya.
  3. Yakinkan standar kompetensi dan kompetensi dasar terkoneksi dengan kealaman (al-Kauniyah, al-Bi’ah). Peran manusia sebagai khalifah fi al-ardh, mewujudkan lingkungan baldatun thayyibatun wa robbun ghofur.
  4. Capaian pembelajaran terkoneksi dengan teoantropoekosentris. Dalam hal ini, keilmuan yang dikaji bersifat mendekatkan manusia kepada Tuhan, pemilik dan sumber ilmu. Memahami manusia sebagai pengguna dan memanfaatkan ilmu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Mengkaji alam sebagai objek kajian secara mendalam sehingga bermanfaat bagi kehidupan manusia, membaca di balik alam ini ada Sang Pencipta.
  5. Menghubungkan setiap pokok pembahasan dalam silabus dengan ayat al-Qur’an dan hadits. Dikaji dengan pendekatan lughawiy, tafsir, multidisipliner, transdisipliner, integratif, dan interdisipliner.
  6. Menghubungkan setiap pokok bahasan dengan Ketuhanan, Kemanusiaan, dan kealaman.
  7. Membuat satu mata kuliah di setiap prodi di IAIN Padangsidimpuan yang bertemakan teoantropoekosentris. Dengan pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Termuat pada mata kuliah tersebut metodologi Islamic Studies.
  8. Menghadirkan pada setiap mata kuliah inti sari ma huwal iman, ma huwal Islam, dan ma huwal ihsan.
  9. Menyelenggarakan sistem pembelajaran berbasis teoantropoekosentris
  10. Terkoneksi dengan kearifan lokal, adat-budaya dan kebutuhan sosial kemasyarakatan
  11. Menghubungkan Islamic Studies dengan dengan kajian kemanusiaan dan kealaman
  12. Setiap kajian memiliki bias moderasi, harmoni, dan kerukunan inter dan antar umat beragama, sebagai bagian konsep wihdatul khlalqiy, wihdatul alam sebagai warga negara dan warga dunia dan hidup pada satu bumi. Perlu saling menjaga dan menghargai mewujudkan kedamaian, keserasian, harmoni bersama, sehingga alam lestari dan bersahabat dengan manusia yang menghuninya.
  13. Memastikan visi-misi institusi teraplikasi dalam visi-misi fakuktas, prodi, dan lembaga
  14. Memastikan visi-misi institusi terhubung dengan setiap mata kuliah dan capaian pembelajaran

Model dan langkah-langkah implementasi ini tentunya perlu disesuaikan dan dikembangkan dengan kebutuhan setiap prodi dan mata kuliah. Konsep implementasi paradigma keilmuan universitas lain yang lebih awal menerapkannya, perlu juga dijadikan sebagai rujukan. Disamping itu, perlu diperkaya dengan teori dan konsep para ahli di bidang model dan implementasi paradigma keilmuan. Semoga…*


Kontributor :
Fotografer :
Editor :

About the author

Kepala UPT Pusat Teknologi Informasi dan Data

Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.