Keresahan Mahasiswa dalam Pembelajaran di Masa Covid – 19

Eka Sustri Harida, M.Pd

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LPPM

Pandemi Corona Virus Diseases yang dikenal dengan Covid – 19 telah berlangsung selama lebih kurang 4 (empat) bulan di Indonesia, termasuk juga meliputi wilayah Sumatera bagian Utara. Segala aktivitas berubah dengan adanya pandemic ini, mulai dari kegiatan administrasi, perkuliahan, hubungan sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.

Halaman 1

Halaman 2

Halaman 3

Halaman 4

Permasalahan muncul dimana-mana, pengangguran bertambah, system pembelajaran berubah, perekonomian terkoyak, dan lain sebagainya. Dikarenakan semakin merebaknya penyebaran Pandemi Covid-19 ini, sehingga diberlakukan Work from Home (WFH) dimana seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) juga yang bekerja di kantor-kantor swasta diminta untuk bekerja dari rumah. Hal ini tentu memberikan dampak yang cukup berarti buat seluruh lini kehidupan masyarakat bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia, karena pandemic ini ada di seluruh negara di dunia.
Berubahnya system pendidikan yang terjadi yang telah diputuskan oleh pemerintah dengan home learning (HL) atau belajar di rumah, dilakukan dalam rangka mencegah percepatan penyebaran Covid-19. Hal ini dimulai pada bulan Maret tahun 2020 di Jakarta, hal ini dikarenakan kota Jakarta adalah tempat bermulanya penyebaran Covid-19. Kebijakan ini ternyata bukan hanya berlaku di Jakarta, tetapi hampir di seluruh Indonesia, tentunya hal ini berlaku utamanya bagi daerah-daerah yang merupakan zona tertentu yang terdampak Corona. Belajar dilakukan dari rumah, guru dan dosen dari rumah masing-masing, para pelajar juga berada di rumah masing-masing dengan segala model pembelajaran yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah, pembelajaran daring (dalam jaringan) atau lebih sering disebut dengan E-Learning menjadi salah satu pilihannya.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan sebagai salah satu institusi Pendidikan berupa Perguruan Tinggi juga terimbas WFH dan HL, dan memberlakukan WFH dan HL bagi seluruh civitas akademika dengan memberikan beberapa ketentuan. Hal ini mulai dari pertengahan bulan Maret 2020. Hal ini menjadikan pembelajaran yang awal mulanya dilakukan di kelas, mulai berpindah mengikuti sistem yang telah diatur dalam ketentuan yang dikeluarkan oleh pimpinan. Pembelajaran yang ditetapkan dari rumah tentu memiliki pengaruh yang cukup banyak bagi bukan hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi mahasiswa. Kebiasaan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, bertemu dengan dosen dan teman-teman di kelas sehingga suasana belajar menjadi berubah. Dosen yang biasanya berhadapan dengan mahasiswa dalam belajar, pada kondisi ini diwajibkan memiliki kemampuan menggunakan pembelajaran daring, menggunakan internet, memiliki kuota internet yang cukup, serta memiliki kemampuan untuk mempersiapkan materi pembelajaran untuk daring. Hal ini juga mempengaruhi dosen dan mahasiswa di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Padangsidimpuan, yang harus ikut mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh pimpinan untuk mengikuti anjuran belajar dari rumah. Kegiatan pembelajaran dari rumah tetap berlanjut sampai dengan akhir semester, bahkan sampai pada tahap evaluasi pembelajaran. Pihak institute berharap walaupun kondisi Wabah Covid-19 menghambat proses pembelajaran, dosen dan mahasiswa tetap melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan kondisi dan sarana yang ada.

Dani Prabowo, “Ini Aturan Lengkap ASN Kerja Dari Rumah Halaman All – Kompas” (Kompas.com, 2020), https://nasional.kompas.com/read/2020/03/17/08285881/ini-aturan-lengkap-asn-kerja-dari-rumah?page=all.

 

Nahdiana, “Surat Edaran Pembelajaran Di Rumah (Home Learning)” (2020), https://drive.google.com/file/d/1m1wJSExNWu_dSuf-PI9-R6Z94CFoqhiT/view.

Ibrahim Siregar, “Surat Edaran Rekor IAIN Padangsidimpuan NO. 678,” Pub. L. No. 678/In.14/A/B.2a/KP.01.2/03/2020 (2020).

Ibrahim Siregar, “Surat Edaran Rektor IAIN Padangsidimpuan Nomor 688 Tentang Upaya Pencegahan Covid-19” (2020).

Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa pembelajaran system daring memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam penelitiannya Dindin, dkk menyatakan bahwa dalam sitem pembelajaran daring ini, seorang dosen harus memperhatikan kondisi mahasiswa dan dosen, adanya masalah jaringan dan kuota merupakan permasalahan yang cukup sering dihadapi oleh mahasiswa dan dosen. Namun walaupun demikian, pembelajaran daring memberikan pengalaman baru bagi Pendidikan di Indonesia, bahkan memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil pembelajaran. Oleh karennya, pembelajaran daring ini tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk menyatakan bahwa mahasiswa dan dosen tidak siap untuk mengikuti pembelajaran dengan system berikut, namun hendaknya dijadikan sebagai awal untuk menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik dalam menghadapi era 4.0.

Dalam artikel kali ini, penulis akan membahas tentang pembelajaran daring yang dilakukan pada mahasiswa di IAIN Padangsidimpuan, sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Kawasan Sumatera bagian Tenggara dengan tujuan untuk mencoba memberikan gambaran tentang kekhawatiran mahasiswa akan dampak dari pembelajaran yang mereka lalui.

Artikel ini dihasilkan dari penelitian mini yang dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara di WhatsApp kepada mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris sekitar bulan April s/d Mei 2020. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan membaca data, mengklasifikasi, dan menginterpretasi data yang diperoleh, lalu melakukan cek validasi kepada mahasiswa lainnya.

Pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan internet, yang seringkali disebut sebagai E-Learning. Pembelajaran daring adalah pengajaran dan pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet sebagai sarana untuk melakukan interaksi antara guru/dosen dan siswa/mahasiswa, berbasiskan internet dan Learning Management System (LMS). Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet, dimana guru dan siswa terlibat didalam jaringan, dengan menggunakan berbagai jenis aplikasi, seperti Google Classroom, Zoom, Google Meet, Skype, WhatsApp, Telegram, dan lain sebagainya. Berbagai aplikasi atau platform yang digunakan itu sangat mendukung proses pembelajaran online yang dilakukan.

Dindin Jamaluddin et al., “Pembelajaran Daring Masa Pandemik Covid-19 Pada Calon Guru: Hambatan, Solusi Dan Proyeksi,” (2020).

Eka Sustri Harida, “Students ’ Learning in Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19 ) Situation,” English Education Journal 08, no. 01 (2020): 25–37, http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/EEJ/article/view/2675/2068; Jamaluddin et al., “Pembelajaran Daring Masa Pandemik Covid-19 Pada Calon Guru: Hambatan, Solusi Dan Proyeksi.”

Jamaluddin et al., “Pembelajaran Daring Masa Pandemik Covid-19 Pada Calon Guru: Hambatan, Solusi Dan Proyeksi.”

Nurul Lailatul Khusniyah and Lukman Hakim, “Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring: Sebuah Bukti Pada Pembelajaran Bahasa Inggris,” Jurnal Tatsqif  17, no. 1 (2019): 19–33, https://doi.org/10.20414/jtq.v17i1.667.

Karla Farhana, “Memahami Arti Daring Dan Luring, Cari Tahun Bedanya Di Sini.,” fimela.com, 2020, https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4304691/memahami-arti-daring-dan-luring-cari-tahu-bedanya-di-sini.

 Dengan adanya system pembelajaran online, mahasiswa dituntut untuk memiliki Handphone yang compatible, jaringan internet yang stabil, dan kuota internet yang memadai agar bisa mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh setiap dosen. Banyak keluhan yang terjadi dengan online learning ini, baik dari sisi mahasiswa maupun dari segi dosen. Pembahasan kali ini berkaitan dengan keresahan mahasiswa dengan system pembelajaran yang telah terjadi selama hamper satu semester. Dari hasil wawancara yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp, yang umumnya dimiliki oleh hamper semua mahasiswa, diperoleh data bahwa mereka merasa keberatan dengan system perkuliahan yang telah dialami. Mahasiswa merasa pembelajaran yang diikuti tidak maksimal, mereka mengaku tidak mendapatkan materi secara komprehensif. Dari apa yang disampaikan oleh mahasiswa, diketahui bahwa mahasiswa merasa kesulitan untuk mengikuti perkuliahan yang dilakukan secara online, karena terkendala dengan jaringan yang ada di tempat mereka berdomisili. Kondisi daerah yang tidak memiliki jaringan internet yang memadai membuat mereka harus pergi keluar daerah, bahkan sampai menempuh jarak berkilo-kilo meter untuk sampai pada daerah yang memiliki jaringan yang kuat, sehingga bisa mengikuti perkuliahan dengan zoom yang digelar oleh dosen mereka. Hal ini tentu menjadi hambatan yang cukup besar bagi keberhasilan mahasiswa.

Dari data yang diperoleh pada saat perkuliahan selama online learning dari bulan Maret s/d Mei 2020, terdapat hanya 70% mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Perkuliahan reading yang digelar oleh penulis tidak dihadiri secara maksismal oleh semua mahasiswa, hal ini menurut keterangan mahasiswa disebabkan karena ketiadaan paket internet mereka. Salah satu mahasiswa mengatakan “Saya tidak memiliki uang untuk beli paket, mam. Ini pun dapat uang habis kerja, saya langsung beli paket axis 1 GB agar bisa mengikuti kuliah dengan WA bersama mam”. Pengakuan mahasiswa tersebut tentunya menjadikan dosen harus memikirkan ulang tentang system dan model pembelajaran yang akan diberikan, salah satu solusinya adalah pembelajaran dilakukan melalui WA, karena tidak butuh kuota dan jaringan internet yang besar untuk bisa mengaksesnya.

Selain itu ada juga mahasiswa yang menyampaikan curahan hatinya tentang teman satu kelasnya yang tidak pernah mengikuti perkuliahan secara online, karena tidak memiliki HP android. Tantangan besar bagi online learning bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun hal ini tentu tidak bisa dibiarkan, solusi harus diberikan, diantaranya dengan meminta mahasiswa untuk kembali dari daerahnya masing-masing menuju Kota Padangsidimpuan tempat dimana mereka kuliah, sehingga mereka bisa mengikuti perkuliahan dan ujian dengan baik dan tenang, karena kampus memiliki jaringan yang cukup memadai yang disediakan, walau tidak pada semua tempat dimana mahasiswa berada.

Kondisi di atas hanya sebahagian kecil dari data yang diperoleh oleh penulis terkait dengan curahan hati mahasiswa terkait dengan pembelajaran yang telah dan akan mereka hadapi berikutnya. Oleh karenanya, banyak mahasiswa berharap agar perkuliah tidak lagi dilakukan secara online, karena mereka merasa rugi dan kurang interaksi dengan dosen dan teman sekelasnya. Dengan aplikasi yang digunakan pada pembelajaran online, mereka merasa kalau kreatifitas dan berfikir kritis mereka hilang.

English students, interview on WA Group, at May 2020.

 

English student (Re), interview on WA, at May 2020.

English student, interview on WA, at April 2020.

Data yang diperoleh juga menunjukkan bahwa mahasiswa merasa tidak nyaman dengan perkuliahan daring yang mereka ikuti. Beberapa mahasiswa menyatakan bahwa perkuliahan daring tidak efektif, tidak enak, dan tidak memberikan pemahaman yang komprehensif dalam perkuliahan yang dilalui. Bukan saja pada perkuliahan pada mata kuliah ProgamStudi, tetapi juga pada Mata Kuliah umum, apalagi mata kuliah praktek seperti Micro Teaching. Mahasiswa merasa apa yang mereka peroleh tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Dari data yang diperoleh ada juga mahasiswa yang merasa nyaman dan cukup terbantu dengan perkuliahan daring yang diikuti, mereka merasa bisa membantu orang tua, dan bisa belajar di malam hari selesai membantu orang tua, mahasiswa juga merasa tidak perlu keluar rumah, tidak perlu mandi, pakai sepatu, tidak membutuhkan transportasi karena perkuliahan bisa mereka ikuti dari rumah, bahkan dari ladang tempat mereka bekerja. Selain informasi tersebut, peneliti juga mendapatkan data bahwa home learning menjadikan mahasiswa lebih banyak membaca karena banyaknya tugas yang dibebankan, mereka juga senang karena memiliki pengetahuan tentang pembelajaran daring yang akan berguna buat masa depan yang akan mereka hadapi pada era 4.0. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun sebahagian mahasiswa memiliki keluhan dari pembelajaran daring ini, namun lebih banyak mahasiswa merasa pembelajaran dengan system daring ini menjadikan mereka lebih independent learning.

 

Mahasiswa memiliki keresahan yang tinggi dengan kondisi pembelajaran daring ini. Mahasiswa lebih suka belajar face-to-face daripada menggunakan pembelajaran daring, karena lebih menarik, lebih hidup, dan lebih lelusa untuk bertanya, serta lebih interaktif. Mahasiswa tidak menginginkan pembelajaran daring apabila kondisnya harus dari daerah domisili masing-masing karena kondisi jaringan yang tidak stabil. Kalaupun harus menghadapi perkuliahan daring, mahasiswa menginginkan agar jaringan di kampus lebih kuat dan lebih mencapai setiap sudut lokasi kampus, sehingga mereka bisa mengakses internet darimanapun, sehingga kalau pun pembelajaran harus berlangsung secara online terus menerus mereka bisa mengikuti perkuliahan tanpa terkendala.

Apa yang diperoleh diatas tentu hanya sebahagian kecil dari kondisi mahasiswa di lapangan, apapun kondisinya, pembelajaran daring telah dilaksanakan, dan tidak diketahui jangka waktu pelaksanaannya. Walaupun banyak kendala yang dihadapi, banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa pembelajaran daring, melalui weblog justru meningkatkan kemampuan belajar seseorang, dalam penelitiannya para peneliti membuktikan bahwa pembelajaran daring melalui weblog memiliki dampak yang cukup positif bagi pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini juga ditunjukkan oleh beberapa penelitian lainnya seperti

Namun seperti hasil penelitian yang dinyatakan di atas bahwa saya pembelajaran sistem daring ini memiliki kelemahan yang perlu dipertimbangkan, begitu pun yang dinyatakan oleh Sadikin dan Hamidah, kelemahan tersebut adalah dalam bentuk lemahnya jaringan internet yang lemah dan kuota yang sangat terbatas. Namun walaupun demikian, pembelajaran tetap harus berjalan, sehingga dosen dan mahasiswa harus bisa menghadapi masalah yang mereka hadapi.

 

English students, interview on WA, at May 2020.

English student (Sa), interview on WA Group, at May 2020.

 

English students (Ar, Er, Fa), interview on WA Group, at May 2020.

English students, interview on WA Group, at May 2020.

 

Khusniyah and Hakim, “Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring: Sebuah Bukti Pada Pembelajaran Bahasa Inggris.”

 

Ali Sadikin and Afreni Hamidah, “Pembelajaran Daring Di Tengah Wabah Covid-19 (Online Learning in the Middle of the Covid-19 Pandemic),” BIODIK 6, no. 1 (2020): 214–24, https://www.online-journal.unja.ac.id/biodik/article/view/9759/5665. Bagaimanapun kondisi yang dihadapi oleh dosen dan mahasiswa di lapangan dalam pembelajaran system daring yang dilakukan, kedua belah fihak, dosen dan mahasiswa harus memiliki solusi untuk penyelesaian masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, sehingga permasalahan pembelajaran online yang dihadapi bisa terpecahkan untuk memperoleh hasil yang maksimal.

 

Pandemic Covid-19 telah membawa perubahan pada system pembelajaran di IAIN Padangsidimpuan. Pembelajaran yang biasanya dilakukan face-to-face di depan kelas, berubah menjadi online learning. Walaupun tidak seluruh dosen menggunakan aplikasi dalam pembelajaran online yang dilakukan, namun tetap saja permasalahan yang dihadapi mahasiswa tentunya harus dipecahkan, seperti ketiadaan kuota internet yang memadai, jaringan internet yang bagus, serta ketiadaan sarana untuk mengikuti perkuliahan daring, dan lain sebagainya. Mulai berangsur membaiknya kondisi di kota Padangsidimpuan, membawa harapan pembelajaran tidak dilakukan sepenuhnya dengan sistem daring. Andai sistem daring harus dilaksanakan, tentunya bukan karena pandemic atau wabah yang menakutkan, tetapi karena ingin memperbaiki sistem dan model pembelajaran.

Kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran online yang telah dilalui oleh mahasiswa IAIN Padangsidimpuan dalam waktu yang cukup panjang, hendaknya menjadi masukan bagi dosen, pihak Fakultas, maupun institusi. Penyediaan fasilitas internet yang memadai yang bisa diakses dari segala tempat, menjadi masukan yang berarti buat pihak institusi, hal ini juga menjadi harapan banyak mahasiswa IAIN Padangsidimpuan, agar pembelajaran online dapat dilaksanakan dan diikuti oleh mahasiswa tanpa terkendala jaringan atau pun kuota yang terbatas. Pembelajaran online bukan karena wabah, tetapi karena kebutuhan dan pengembangan kualitas pembelajaran, bukan hanya di masa pandemic, tetapi juga di masa-masa tanpa wabah Covid-19.

Farhana, Karla. “Memahami Arti Daring Dan Luring, Cari Tahun Bedanya Di Sini.” fimela.com, 2020. https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4304691/memahami-arti-daring-dan-luring-cari-tahu-bedanya-di-sini.

Harida, Eka Sustri. “Students ’ Learning in Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19 ) Situation.” English Education Journal 08, no. 01 (2020): 25–37. http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/EEJ/article/view/2675/2068.

Jamaluddin, Dindin, Teti Ratnasih, Heri Gunawan, Epa Paujiah, Jurusan Pai, Sunan Gunung, and Djati Bandung. “Pembelajaran Daring Masa Pandemik Covid-19 Pada Calon Guru: Hambatan, Solusi Dan Proyeksi,” n.d.

 

Khusniyah, Nurul Lailatul, and Lukman Hakim. “Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring: Sebuah Bukti Pada Pembelajaran Bahasa Inggris.” Jurnal Tatsqif  17, no. 1 (2019): 19–33. https://doi.org/10.20414/jtq.v17i1.667.

 

Nahdiana. Surat Edaran Pembelajaran di Rumah (Home Learning) (2020). https://drive.google.com/file/d/1m1wJSExNWu_dSuf-PI9-R6Z94CFoqhiT/view.

Prabowo, Dani. “Ini Aturan Lengkap ASN Kerja Dari Rumah Halaman All – Kompas.” Kompas.com, 2020. https://nasional.kompas.com/read/2020/03/17/08285881/ini-aturan-lengkap-asn-kerja-dari-rumah?page=all.

Sadikin, Ali, and Afreni Hamidah. “Pembelajaran Daring Di Tengah Wabah Covid-19 (Online Learning in the Middle of the Covid-19 Pandemic).” BIODIK 6, no. 1 (2020): 214–24. https://www.online-journal.unja.ac.id/biodik/article/view/9759/5665.

Siregar, Ibrahim. Surat Edaran Rekor IAIN Padangsidimpuan NO. 678, Pub. L. No. 678/In.14/A/B.2a/KP.01.2/03/2020 (2020).

———. Surat Edaran Rektor IAIN Padangsidimpuan Nomor 688 tentang Upaya Pencegahan Covid-19 (2020).

Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Butuh Bantuan?