PEMANFAATAN LEARNING COMMUNITY MELALUI JEJARING SOSIAL  DALAM PENGEMBANGAN IAIN PADANGSIDIMPUAN

PEMANFAATAN LEARNING COMMUNITY MELALUI JEJARING SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN IAIN PADANGSIDIMPUAN

Dr. MAGDALENA, M.Ag.

Wakil Direktur Pascasarjana

WhatsApp Image 2019-12-30 at 09.14.27

Catatan Penulis:

Pada masa kini, perkembangan teknologi terjadi terus menerus sejalan dengan perkembangan zaman itu sendiri. Teknologi menjadi modal utama dalam pengembangan seluruh dimensi kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan agama. Tidak ada dimensi kehidupan yang dapat berkembangan tanpa pemanfaatan teknologi. Karenanya, penguasaan terhadap teknologi menjadi instrumen utama dalam pengembangan kehidupan manusia. Dengan demikian, IAIN Padangsidimpuan juga harus turut memfaatkan teknologi dalam pengembangan institusi dengan pemanfaatan jejaring sosial yang telah dimilikinya.

Teknologi menawarkan variasi fasilitas yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pemakaian. Bahkan jejaring sosial semakin berkembang dengan memanfaatkan fasilitas media sosial, seperti facebook, line, instagram, whatsapp (WA), instagram, messenger, dan lainnya. Dalam konteks pendidikan, seluruh fasilitas jejaring sosial ini dapat dimanfaatkan dalam pengembangan institusi pendidikan.  Salah satunya dengan menggunakan jejaring sosial sebagai media dalam membentuk learning community (komunitas belajar). Tulisan ini dilatari dengan fenomena pemanfaatan teknologi yang sedang marak sekarang ini.

Adapun jejaring sosial yang digunakan untuk kepentingan pendidikan, yaitu:

  1. Facebook, yaitu media jaringan sosial yang digunakan untuk membangun jaringan dengan anggota komunitas dan masyarakat pada umumnya.
  2. Twitter, yaitu media untuk layanan yang fokus pada blogging mikro.
  3. LinkedIn, yaitu media untuk jejaring sosial dengan para profesional di bidangnya masing-masing.
  4. MySpace, yaitu media untuk jejaring antar teman baik remaja dan dewasa di seluruh dunia.
  5. Google+, yaitu media yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan video dengan orang lain.
  6. deviantART, yaitu media yang digunakan untuk kepentingan seni terutama seni gambar.
  7. Cafemom, yaitu media untuk para perempuan yang  akan menjadi seorang ibu.
  8. Ning, yaitu media “jejaring sosial” yang bersifat unik yang diatur sendiri oleh penggunanya.
  9. Badoo, yaitu media untuk pertemanan dengan lawan jenis.
  10. Pinterest, yaitu media yang digunakan sebagai papan pengumuman online.

Keseluruhan media jejaring sosial ini tersedia secara online dapat diakses oleh siapa saja. Media jejaring sosial ini dapat digunakan untuk kepentingan sosial utamanya, dan pendidikan khususnya. Setiap individu dapat mengakses dan menggunakannya untuk kepentingan indidivu dan pendidikannya.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan sebagai institusi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terus menata diri dalam pengembangan statusnya untuk menjadi  Universitas Islam Negeri (UIN) membutuhkan gagasan-gagasan kreatif dan inovatif. Dalam perspektif pendidikan, gagasan tersebut tentu dapat diperoleh dari komunitas belajar. Dengan demikian, jejaring sosial dapat dimanfaatkan dalam pembentukan learning community.

Dalam konteks IAIN Padangsidimpuan, beberapa jejaring sosial yang dimiliki institut, fakultas, program studi, lembaga, bahkan unit dapat dimanfaatkan sebagai media learning community. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa jejaring sosial IAIN Padangsidimpuan telah tersedia melalui Whatsapp IAIN Padangsidimpuan. Di dalamnya variasi informasi seperti agama, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, bahkan seni dapat diperoleh dari berbagai sumber. Keseluruhan informasi bermanfaat bagi seluruh pihak yang terhimpun dalam jejaring sosial tersebut. Namun, pemanfaatan jejaring sosial tersebut belum maksimal digunakan sebagai media learning community dalam pengembangan IAIN Padangsidimpuan.

Learning community atau komunitas belajar merupakan proses perolehan pengalaman belajar dari satu individu kepada individu lainnya atau sesama satu kelompok dengan lainnya. Interaksi edukatif yang mungkin terjalin dapat terjadi antara: 1) Pendidik dengan pendidik, 2) Pendidik dengan peserta didik, dan 3) Peserta didik dengan peserta didik. Artinya interaksi edukatif terjadi dengan komunikasi edukatif multi arah.

Dalam kaitan dengan ini, variasi bentuk  learning community dapat berupa individu, masyarakat, komunitas, dan jejaring sosial.  Jika learning community dalam bentuk jejaring sosial seperti dalam facebook dan whatsapp Fakultas Tarbiyah dan IAIN Padangsidimpuan melalui media internet, maka interaksi edukatif yang terbentuk di dalamnya menjadi komunikasi edukatif multi arah pula. Tentu saja learning community lebih mudah dan cepat menerima informasi sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tingkah lakunya dalam pengembangan IAIN Padangsidimpuan.

Untuk pengembangan IAIN Padangsidimpuan melalui learning community dengan bentuk jejaring sosial ini perlu ditegakkan beberapa prinsip, yaitu:

  1. Setiap individu dalam jejaring sosial dituntut membangun pengalaman belajar dalam komunitas belajar melalui bentuk learning community
  2. Setiap individu memastikan untuk dapat saling memfasilitasi dalam memperoleh pengalaman belajar.
  3. Lingkungan belajar diupayakan dapat berpartisipasi aktif dalam membentuk komunitas belajar.
  4. Setiap individu lebih fokus terhadap proses membangun pengalaman belajar sehingga mempengaruhi hasil belajarnya.

Dengan demikian, tentu saja dalam konteks pengembangan IAIN Padangsidimpuan maka perlu diefektifkan diseminasi informasi-informasi aktual dan signifikan. Jadi, dengan meminjam istilah Nurcholish Madjid pencarian informasi merupakan pangkal etos intelektualisme dan komponen konstruktif peradaban Islam sehingga bertahan selama berabad-abad lamanya. Pada akhirnya, etos intelektualisme individu di IAIN Padangsidimpuan semakin meningkat dan berhasil mencapai peradaban tertinggi di zamannya.

Pencarian informasi merupakan aktivitas utama dalam kehidupan muslim yang diisyaratkan dalam beberapa ayat qauliyah dalam Alquran seperti tertera dalam Q.S. Al-Isrȃ’ (17) : 36, Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawab tentang perkara itu.”

 

Tulisan ini ditutup dengan harapan setiap individu meningkatkan kesadaran diri untuk berpartisipasi aktif dalam learning community melalui jejaring sosial yang telah terbentuk di IAIN Padangsidimpuan. Cepat dan lambatnya pengembangan IAIN Padangsidimpuan salah satunya ditentukan oleh keaktifan civitas akademika dalam mengakses dan memanfaatkan jejaring sosial tersebut sebagai salah satu bentuk learning community.

Tags:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Sebelumnya

Ayo Berlangganan

Jalan T. Rizal Nurdin, Km. 4,5 Sihitang. Padangsidimpuan, Kode Pos 22733.

Untuk info lebih lanjut:

Telp. (0634) 22080

Fax. (0634) 24022

humas@iain-padangsidimpuan.ac.id