PIN-MB ikuti Best Practice Moderasi Beragama di Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

PIN-MB ikuti Best Practice Moderasi Beragama di Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

Dok.Humas: Dr.H.Sumper Mulia Harahap,M.Ag (Wakil Rektor IAIN Padangsidimpuan; bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama/paling kanan) berfoto bersama narasumber dan instruktur

Senin (30/12/2019) Kementerian Agama menggelar Pelatihan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN-MB) bagi dosen dan mahasiswa PTKI se-Indonesia. Salah satu kegiatannya adalah melakukan kunjungan ke PB Nahdlatul Ulama dan PP Muhammadiyah pada hari Senin 30 Desember 2019.

Enam puluh dosen PTKI bersama seratus mahasiswa PTKI hadir dalam kegiatan tersebut. Rombongan PIN-MB dipimpin oleh Ruchman Basori, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Dirjen Pendis Kemenag RI.

Dalam sambutannya, Ruchman menyatakan bahwa Indonesia menghadapi ancaman radikalisme sehingga moderasi beragama perlu diarusutamakan. “NU dan Muhammadiyah menghadapi problem yang sama. Data riset menunjukan sejumlah dosen, mahasiswa, TNI/POLRI dan PNS yang terpapar radikalisme.”, Kata Ruchman.

Ruchman menambahkan bahwa kunjungan ini dimaksudkan agar dosen dan mahasiswa mendapatkan bekal untuk melakukan counter terhadap radikalisme ketika mereka pulang ke kampus masing-masing.

Sumper Mulia Harahap, peserta kegiatan PIN MB dari IAIN Padangsidimpuan menyampaikan bahwa best practice dari pengalaman NU dan Muhammadiyah merupakan salah satu terobosan dalam rangkaian pelatihan ini. Menurut penuturan Sumper yang juga Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ini, perlu belajar dari pengalaman Organisasi Keagamaan terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam melakukan langkah langkah menangkal radikalisme yang saat ini telah menjamur ke belbagai sektor. Turut menjadi peserta dari kalangan mahasiswa Tua Dalimunthe, mahasiswa semester VII Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan.

Di PBNU, rombongan disambut oleh Katib Syuriah PBNU Dr. HM. Mujib Qulyubi, MH yang juga Wakil Rektor UNUSIA Jakarta bersama Dr. Mastuki, M. Ag Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama. Kiyai Mujib mengapresiasi upaya kemenag dalam menciptakan Instruktur Nasional yang paham bagaimana meletakkan terminologi Moderasi Beragama. Hal senada diungkapkan Kiyai Mastuki bahwa tugas kita dan bil khusus para Instruktur Nasional Moderasi Beragama sangatlah berat. Karena moderasi beragama adalah pilihan paham keagamaan yang harus kokoh landasan teoritis dan konseptualnya.

Di PP Muhammadiyah, Rombongan diterima oleh Didik Suhardin, Ph. D, Dr Teuku Ramli Zakaria, dan Agus Tri Sundani.

Didik Suhardi, Ph.D, wakil ketua Majelis Dikdasmen menyatakan bahwa bagi Muhammadiyah, NKRI adalah darul ‘ahdi wa asy syahadah, negeri perjanjian dan persaksian.” “Sebab itu, Muhammadiyah tidak akan berkhianat kepada NKRI.”, tegas Suhardi. Dalam hal moderatisme, sekolah Muhammadiyah menerima seluruh elemen masyarakat apa pun latar agama mereka.

Kegiatan berlangsung 27-31 Des 2019 dan dibuka Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Imam Syafei (27/12) di Auditorium HM. Rasyidi Kemenag RI. (sumber: Kemenag RI)

Dok.Humas: Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag (Wakil Rektor IAIN Padangsidimpuan / baju batik biru) berfoto bersama Dr. H. Mujib Qulyubi, MH (Katib Syuriah PBNU)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja Moderasi Beragama yang juga Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Mahad ‘Aliy, Dr. Aceng Abdul Aziz, Kasi Penelitian Dr. Mahrus El Mawa, Kasi Pengembangan Profesi PTKIN Muhammad Aziz Hakim MH., Kasi Bina Akademik PAI pada PTU Anis Masykur, MA, serta panitia kegiatan lainnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Sebelumnya

Ayo Berlangganan

Jalan T. Rizal Nurdin, Km. 4,5 Sihitang. Padangsidimpuan, Kode Pos 22733.

Untuk info lebih lanjut:

Telp. (0634) 22080

Fax. (0634) 24022

humas@iain-padangsidimpuan.ac.id