Sistem Ma’had Al-Jami’ah IAIN Padangsdimpuan Dapat Dijadikan Percontohan PTKIN

Sistem Ma’had Al-Jami’ah IAIN Padangsdimpuan Dapat Dijadikan Percontohan PTKIN

Dok. Humas (13/09/2019) Arskal Salim GP Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama berfoto bersama dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia

Jum’at (13/09/2019) Jakarta – Sistem Ma’had Al-Jami’ah IAIN Padangsdimpuan Dapat Dijadikan Percontohan PTKIN yang ada di Indonesia hal ini disampaikan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Padangsidimpuan Sumper Mulia Harahap dalam Rapat Terbatas (Ratas) Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam.

“IAIN Padangsidimpuan dapat dijadikan percontohan sistem Ma’had Jami’ah di lingkungan PTKIN, Sistem ma’had Jamiah IAIN Padangsidimpuan secara total telah melaksanakan dengan mengasramakan seluruh mahasiswa pada semester I dan II .terangnya

Beliau juga memaparkan bahwa  Sistem Ma’had Al-Jami’ah IAIN Padangsdimpuan secara total merupakan kebijakan  Rektor IAIN Padangsidimpuan Prof. Dr. Ibrahim Siregar, MCL.

“dengan menciptakan pengelolaan Ma’had  Jami’ah yang secara total maka  kita juga  menyiapkan mulai  dari kurikulum, program, hunian  serta pengelolaan makan mahasantri/ah”. papar sumper yang juga sebagai Sekretaris Forum Warek/Waket III

Perkembangan Ma’had Al-jamiah yang telah dimulai dari tahun 2015 mendapat dukungan dari civitas akademika IAIN Padangsidimpuan dan masyarakaat.

“Civitas Akademika IAIN  Padangsidimpuan berkomitmen menjadikan kampus yang letaknya jauh dari ibukota provinsi menjadi destinasi masyarakat untuk melanjutkan kuliahnya dengan sistem Ma’had Al Jami’ah ”. terangnya

Sebelumnya Ruchman Basori Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan mengatakan dalam hal pengembangan Ma’had Al-Jami’ah perlu diperkuat regulasi dan posisioning Ma’had Al Jamiah, kelembagaan  dan tata kelola, kurikulum, dan kesejahteraannya.

“Penguatan Ma’had Al-Jamiah sangat penting bagi penciptaaan kultur dan budaya kampus yang moderat yang sangat dibutuhkan PTKIN”, tandas Ruchman.

Sementara Waryono Abdul Ghofur Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan KerjasamaPTKIN se-Indonesia berharap Ditjen Pendidikan Islam memberikan mandat yang jelas terhadap pengemangan Ma’had Al-Jamiah menjadi kewenangan Bidang Kemahasiswaan.

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga ini menerangkan dengan kewenangan yang jelas kita akan secara mantap dan sistematis mengembangkan Ma’had Al-Jamiah, apalagi di saat kita didera dengan maraknya paham-paham radikalisme dan intoleransi. “Ma’had Al Jamiah akan menjadi laboratorium mencetak maha santri yang moderat dan menjadi kekuatan garda terdepan melawan radikalisme”, katanya.

Rapar Terbatas Bidang Kemahasiswaan dilaksanakan pada tanggal 11-12 September 2019 dihadiri Arskal Salim GP Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan diikuti oleh Pengurus Forum WR/WK III PTKIN Se-Indonesia dan tim yang ditunjuk untuk penguatan Ma’had Al-Jamiah dan Program SMP. Juga hadir dalam kegiatan itu Adib Abdusshomad Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dit.PTKI,  Amirudin Kuba Kasi Kemahasiswaan, Nur Yasin Kasi Sarpras pada PTKIN dan Otisia Arinindiyah Kasi Sarpras PTKIS.

Related Posts

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jalan T. Rizal Nurdin, Km. 4,5 Sihitang. Padangsidimpuan, Kode Pos 22733.

Untuk info lebih lanjut:

Telp. (0634) 22080

Fax. (0634) 24022

humas@iain-padangsidimpuan.ac.id