Wajibkah Kita Berdakwah?

Dr. Sholeh Fikri, M.Ag

Wakil Dekan Bid. Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 104; Allah Swt. berfirman: “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung”

Halaman 1

Halaman 2

Halaman 3

Halaman 4

A. Dari Mana Berdakwah
Pertanyaan tentang apakah kita wajib berdakwah, maka jawabannya adalah realita yang terjadi kepada kita hari ini, di mana kita ber-Islam saat ini adalah karena kegiatan dakwah yang dilakukan oleh orang-orang yang yang berjiwa pejuang yang ingin memberikan pengalaman spritual dan keharmonisan jiwa mereka kepada orang lain agar orang lain juga merasakan hal yang sama. Pengalaman tersebut telah mereka rasakan dengan sesungguhnya betapa indahnya hidup beragama dan betapa nikmatnya hidup dengan pedoman dan petunjuk yang jelas, sehingga gelora untuk berbagi kepada yang lainnya dilakukan agar banyak orang yang merasakan kenikmatan dan ketentraman seperti yang mereka rasakan. Kehadiran para pejuang dakwah dalam teori masuknya Islam di Nusantara; pejuang dariGujarat pada abad ke 13 M, Pejuang dari Arab yang datang pada abad ke-7 M, pejuang Cina Selatan yang datang pada abad ke 9 M, Pejuang Persia (Iran) pada abad ke 13 M, disebut sebagai pejuang karena tidak mungkin mereka sampai ke Nusantara ini dengan kendaraan yang sangat sederhana, bekal yang seadanya dan jarak tempuh yang cukup jauh dilakukan oleh orang yang lemah semangat juangnya, walaupun kata sebagian orang, mereka adalah pedagang yang sambil lalu melakukan dakwah (satampul dua lancim) sekali mendayung dua pulau terlalui.
Permasalahan kehidupan yang masih terjadi saat ini memerlukan penanganan dan jawaban agar terselesaikan. Kemiskinan yang masih menyelimuti, kebodohan yang masih melekat dalam kehidupan umat, kenakalan remaja yang semakin meresahkan dan permasalahan sosial yang terus jauh dari petunjuk arah dapat berlabuh di dermaga kehidupan yang semestinya. Oleh karenanya, kegiatan dakwah akan terus berlanjut seiring dengan kehidupan umat manusia. Lalu siapakah yang bertanggung jawab untuk kegiatan dakwah tersebut ? Tidak mungkin pejuang-pejuang yang sudah disebutkan di atas diundang lagi untuk hadir ke sini dan tidak mungkin orang Arab Mesir itu diminta untuk menyelesaikan masalah kita, maka tentunya orang yang ada di sekitar itulah yang bertanggung jawab untuk melakukan dakwah itu.

Dakwah juga tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja, bukan saja diharapkan kepada orang yang banyak ilmu pengetahuannya atau kepada pakar ilmu tertentu seperti kepada orang yang pakar dalam bidang ilmu agama saja karena permasalahan yang dihadapi bukan masalah agama ansikh akan tetapi masalah sosial kemasyarakatan juga menuntut hal yang sama untuk diselasaikan. Agama Islam tidak mewajibkan dakwah kepada para ustaz atau ulama “ahli agama” akan tetapi yang diwajibkan untuk berdakwah itu adalah setiap manusia yang memiliki ilmu walaupun sedikit berkewajiban untuk berdakwah,بلغوا عني ولو أية
Tuntunan yang diberikan oleh Nabi SAW itu sudah sangat jelas untuk dilaksanakan. Dalam tata bahasa Arab, kata perintah itu menunjukkan waktu sekarang dan akan datang, berarti harus segera dilakukan, jika tidak bisa jadi akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Jika permasalahan itu menyangkut ekonomi maka pakar ekonomi yang di depan, kemudian dilanjutkan oleh praktisi ekonomi, pedagang-pedagang sukses, pengusaha-pengusaha yang telah berjaya dan berhasil dan diikuti oleh masyarakat walaupun pengetahuannya sedikit. Jika yang muncul adalah lingkungan yang kotor dan pemukiman kumuh yang sarat bertumpuknya penyakit, pakar lingkungan, praktisi lingkungan, mahasiswa dan seluruh masyarakat yang peduli dengan lingkungan. Jika kenakalan remaja merajalela maka tokoh agama, tokoh masyarakat, para konselor dan organisasi-organisasi pemuda didukung oleh masyarakat semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan solusi dan jawaban yang tepat, jika berkenaan dengan kebodohan dan keterbelakangan maka selain para pendidik, dosen, guru, Profesor, Doktor, mahasiswa dan didukung oleh pemerintah yang memang telah melekat tanggung jawab itu kepada mereka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (amanat undang-undang).
Organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi keagamaan, yayasan umum ataupun yayasan pribadi telah banyak andilnya dalam membantu meringankan beban pemerintah dengan mendirikan lembaga pendidikan swasta, sekolah-sekolah swasta, pondok-pondok pesantren dan lembaga sosial lainnya. Mereka sebenarnya telah melakukan kegiatan dakwah yang sebenarnya, karena makna dakwah adalah mengajak manusia ke jalan yang baik langsung ataupun tidak langsung agar bahagia dalam kehidupan mereka. Maka semua perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, tempat pengajian, tempat kursus pada hakikatnya mereka telah melakukan dakwah yang sebenarnya, mengutip pernyataan Ali Hasymy “kalau ada ilmu di dunia ini maka ilmu itu adalah ilmu dakwah” artinya semua ilmu yang disampaikan kepada orang lain sesungguhnya dalam rangka memenuhi kegiatan dakwah.

B. Balasan Orang Berdakwah
Penjelasan di atas menerangkan bahwa orang berdakwah adalah orang yang menunjukkan jalan kepada seseorang atau orang banyak yang tidak tahu arah jalan. Secara logika kegiatan tersebut adalah perbuatan yang mulia lagi terpuji. Sebaliknya orang yang menunjukkan jalan ke arah jalan yang keliru sungguh menyesatkan dan menyusahkan. Jika ada orang yang tersesat arah jalannya kemudian yang melihatnya diam tidak bertindak tentunya orang tersebut adalah orang yang tercela bukan? Disini sama dengan orang yang memiliki ilmu tetapi tidak membagikan ilmu tersebut kepada orang lain pasti zat yang memiliki ilmu tersebut akan marah dan murka.
Agama menempatkan para pejuang dakwah pada beberapa posisi yang sangat mulia, seperti yang tertera dalam buku yang ditulis oleh Prof.Dr.Moh.Ali Aziz, M.Ag :
1. Pejuang dakwah (pendakwah) adalah orang yang lidahnya selalu basah dengan untaian kata yang terbaik, dan sekaligus mengamalkannya, “siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri (QS.Fussilat:33).
2. Pejuang dakwah adalah pelaksana dan penerus risalah kenabian, karena setelah berakhir masa para nabi maka yang melanjutkan risalah ini adalah para pejuang dakwah tersebut.
3. Perannya seperti peran Rasul, mereka akan menjadi saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru ke jalan Allah SWT. “Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan menjadi cahaya yang menerangi (QS.al-Ahzab:45-46).
4. Pendakwah adalah pelopor pembentukan umat yang terbaik. “Kamu adalah umatyang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah (QS.ali-Imran: 110)
Adakah orang yang bisa menyangkal bahwa pendakwah adalah profesi yang paling mulia di depan manusia dan juga tersanjung di hadapan Allah SWT. Dan apakah ada profesi yang lebih mulia dari pada profesi pejuang dakwah itu.

C. Kapan Mulai Berdakwah
Pejuang dakwah sering kita saksikan secara langsung maupun tidak. Secara langsung adalah orang-orang yang selalu sibuk dengan kegiatan dakwah, sebut saja pengikut Jama’ah Tabligh yang selalu menyempatkan diri keluar meluangkan waktunya untuk berdakwah. Mereka keluar kampung, keluar kota bahkan tidak sedikit yang sampai ke luar negeri bahkan ada salah seorang jama’ahnya yang sampai ke kutub utara dan kutub selatan. Mereka keluar untuk berdakwah tanpa ada yang membiayai, bekal mereka kumpulkan sendiri, seluruh keperluan utuk keluar (khuruuj) mereka tanggung sendiri semuanya, mereka telah berjuang dengan jiwa dan harta mereka, bahkan mereka bersedia meninggalkan keluarga mereka dan keluarganya rela juga untuk ditinggalkan, walaupun demikian tidak sedikit orang yang tidak suka dengan kegiatannya. Penulis memaklumi kalau ada diantara kegiatan yang mereka lakukan kurang tepat, seperti yang dikaji hanya buku tentang keutamaan ibadah, meninggalkan keluarga dalam waktu yang lama, walaupun demikian mampukah orang yang tidak sepakat dengan Jama;ah Tabligh itu melakukan dakwah yang semisal dengannya. Pergi ceramah ongkos sendiri, meninggalkan keluarga dalam masa yang lama, tiga hari, sepuluh hari, sebulan, dua bulan, tiga bulan sampai enam bulan, sungguh pengorbanan yang cukup tinggi lalu, dakwah yang seperti apa yang sudah kita lakukan? Kapan kita akan melakuan?
Pendakwah Abdullah Gimnastiar mengatakan, sesuatu yang baik itu harus cepat dimulai, dari yang paling mudah, dari sekarang, dan dimulai dari diri kita sendiri.
D. Penutup
Pendakwah selalu dinanti-nanti, karena pendakwah itu disebutkan dalam Hadits pendakwah laksana bulan purnama dalam gelapnya malam, jika tidak ada pendakwah maka dunia ini akan gelap selamanya.

Butuh Bantuan?